Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) mencatat pertumbuhan fantastis pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Provinsi Kalimantan Selatan yang menembus angka 1.321,70 persen pada Januari 2026.
Kepala Kanwil DJP Kalselteng Anton Budhi Setiawan di Banjarmasin, Rabu, mengatakan bahwa pencapaian luar biasa di sektor PBB tersebut merupakan indikator valid atas meningkatnya kepatuhan wajib pajak serta produktivitas pemanfaatan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.
"Loncatan angka PBB dari Rp22,51 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi lebih dari Rp320,12 miliar pada awal tahun ini adalah bukti nyata bahwa geliat investasi di Kalsel terus bergerak maju," ujarnya.
Secara akumulatif, Anton memaparkan bahwa realisasi penerimaan pajak bruto di Kalimantan Selatan menunjukkan tren yang sangat sehat mencapai Rp1,94 triliun.
“Jumlah ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 38,19 persen dibandingkan realisasi bruto Januari 2025 yang tercatat sebesar Rp1,41 triliun,” ucapnya.
Selain performa PBB yang gemilang, pertumbuhan bruto pada sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan mencapai 89,51 persen.
Ia menyampaikan capaian itu mencerminkan tingginya volume transaksi perdagangan serta daya beli masyarakat yang tetap solid memasuki tahun anggaran baru.
Menanggapi angka realisasi neto yang tercatat negatif sebesar Rp1,05 triliun, Anton menyatakan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pelayanan lembaga dalam mendukung stabilitas arus kas (cash flow) para pelaku usaha melalui percepatan restitusi pajak.
Ia menjelaskan realisasi neto yang tercatat minus ini sebenarnya merupakan bentuk kontribusi nyata pemerintah dalam memutar kembali likuiditas ke sektor usaha.
Dengan pengembalian pajak yang cepat, kata dia, perusahaan memiliki modal segar untuk berekspansi dan mendorong pembukaan lapangan kerja baru di daerah.
Lebih lanjut, Anton menambahkan bahwa meskipun secara neto terkoreksi akibat kebijakan restitusi tersebut, pertumbuhan teknis di Kalimantan Selatan tetap menunjukkan arah perbaikan yang sangat tajam, yakni melonjak hingga 2.730,40 persen dibandingkan capaian Januari tahun sebelumnya.
Optimisme serupa juga terlihat dari capaian menyeluruh di wilayah kerja Kanwil DJP Kalselteng yang membawahi dua provinsi. Meski target tahunan ditetapkan cukup menantang sebesar Rp28,15 triliun, tren pertumbuhan bruto yang konsisten menjadi pondasi kuat bagi lembaga untuk mencapainya.
"Kami berkomitmen untuk terus mengawal momentum pertumbuhan bruto yang impresif ini melalui pelayanan prima dan pengawasan yang berkeadilan guna memastikan target penerimaan negara dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun nanti," ujar Anton Budhi Setiawan .
