Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp419,21 miliar kepada 6.058 debitur di provinsi ini hingga 31 Januari 2026 memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Kamis, mengatakan penyaluran tersebut sekitar 8,13 persen dari target 2026 sebesar Rp5,15 triliun, sehingga menunjukkan tren awal tahun yang positif dalam mendukung pembiayaan inklusif dan produktif.
Ia mengungkapkan skema KUR mikro mendominasi Rp149,10 miliar atau 35,57 persen dengan 2.745 debitur sehingga menjadi tulang punggung pembiayaan usaha kecil dan perdagangan rakyat.
Ia menyebut Kota Banjarmasin mencatat penyaluran tertinggi Rp71,02 miliar kepada 869 debitur disusul Kabupaten Tanah Bumbu Rp56,42 miliar kepada 559 debitur, dan Kabupaten Banjar sebesar Rp45,64 miliar kepada 742 debitur, yang didominasi sektor perdagangan dan jasa.
Ia menambahkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) terealisasi Rp0,91 miliar kepada 191 debitur yang seluruhnya disalurkan secara konvensional untuk usaha berskala sangat kecil.
Catur menjelaskan sektor perdagangan menjadi penerima UMi terbesar sehingga memperlihatkan tingginya dinamika usaha mikro dan informal pada awal tahun anggaran.
Ia menilai pembiayaan inklusif tersebut menjadi instrumen penting menjaga daya beli masyarakat, memperluas kesempatan usaha, serta memperkuat basis ekonomi kerakyatan di daerah.
“Monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran KUR dan UMi terus diperkuat bersama lembaga penyalur agar ekspansi pembiayaan tetap sehat, produktif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan sepanjang 2026,” ujar Catur Ariyanto Widodo.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026