Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) mengatakan realisasi belanja negara mencapai Rp2,82 triliun di provinsi itu hingga 31 Januari 2026, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah pada awal tahun anggaran.
Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Kamis, mengatakan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sangat mendominasi dengan kontribusi mencapai 89,13 persen atau terealisasi sebesar Rp2,51 triliun.
Sementara itu Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 12,75 persen (yoy) dengan realisasi mencapai Rp306,76 miliar, sehingga memberi stimulus awal terhadap aktivitas ekonomi regional, terutama pada belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial.
“Realisasi ini sekaligus memperkuat daya tahan sektor riil dan konsumsi masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: ULM raih tiga penghargaan kinerja anggaran 2025
Ia menjelaskan kinerja fiskal tersebut memperkuat fondasi pertumbuhan yang pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,46 persen sebagai modal penting memasuki 2026 di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
“APBD se-Kalsel juga mencatat surplus Rp1,21 triliun sehingga ruang fiskal pemerintah daerah relatif terjaga untuk mendukung program prioritas, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan layanan publik,” katanya.
Catur memaparkan inflasi Januari 2026 sebesar 0,76 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan nasional sehingga stabilitas harga tetap terkendali dan memberi ruang terjaganya daya beli masyarakat.
Selain itu, neraca perdagangan Desember 2025 juga surplus 1,13 miliar dolar AS yang menjadi bantalan eksternal bagi struktur ekonomi daerah yang masih ditopang komoditas batu bara dan crude palm oil (CPO).
Ia menilai kombinasi belanja negara, surplus fiskal daerah, serta kinerja sektor eksternal memperlihatkan daya tahan ekonomi Kalimantan Selatan tetap terjaga pada awal tahun anggaran.
“Kualitas belanja yang produktif, tepat sasaran, dan berdampak langsung terhadap sektor prioritas akan terus dikawal agar memberikan efek pengganda terhadap investasi, konsumsi rumah tangga, serta penciptaan lapangan kerja sepanjang 2026,” ujar Catur Ariyanto Widodo.
Baca juga: Ekonomi Kalsel tumbuh 5,19 persen hingga akhir 2025
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026