Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie mengungkapkan manajemen marah, dalam tausiyah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu malam.
Sebelumnya, Taun Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah -Madinah Arab Saudi yang bergelar "Lc" dan "MA" itu menceritakan seorang Rasulullah Muhammad saw yang bernama Abu Darda.
Diceritakan, suatu ketika Abu Darda datang kepada Rasulullah saw dan bertanya; "amalan apa yang bisa membawa masuk ke dalam surga?
Rasulullah pun menjawab : " jangan suka marah" atau "katuju panyarikan" (bhs daerah Banjar yang pengertiannya senang marah), ungkap Tuan Guru yang mengaku keponakan almarhum KH Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II masa Presiden Soekarno.
Terkait persoalan marah tersebut, Tuan Guru Madyan dengan mengutip Kitab "Ihya Ulumuddin" karya Imam Ghazali mengungkapkan manajemen marah berdasarkan Hadits Rasulullah saw ada tiga yaitu kalau marah sedang berdiri bawa duduk.
"Kemudian kalau lagi marah sedang duduk bawa 'barabah' (berbaring) dan kalau marah saat sedang barabah bawa berwudhu atau mandi. Karena marah itu ibaratkan api, dan api aksn kalau dapat air (air wudhu/mandi, " ujar mantan Ketua Persatuan Qari & Qari'ah DKI Jakarta tersebut.
Sedangkan Imam Ghazali dalam Kitabnya Ihiya Ulumuddin manjemen marah itu ada lima (5) yaitu Pertama sanggup menahan marah,.hal itu berpahala.
Kedua ingat siksa Allah yang bisa berakibat fatal. Ketiga bahwa Allah lebih berkuasa daripada diri sendiri, Keempat memikirkan akibat, sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an : menyeru Muhammad saw jangan berlaku keras, tapi sebaliknya harus santun, manajemen Kelima, bahwa orang marah seperti bintang buas yang berbahaya.
"Kesimpulannya jangan suka marah/panyarikan kalau mau masuk surga. Rasulullah saw bersabda : banyak-banyak baca na'uzubillah," Tuan Guru Madyan asal Amuntai +185 km utara Banjarmasin) ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut.

