Kepala DPKP Provinsi Kalsel Syamsir Rahman dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis, mengatakan Optimalisasi Lahan (Oplah) sudah berjalan pada sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dilaksanakan TNI.
Baca juga: DPKP Kalsel olah lahan pusat olahraga jadi kawasan pertanian
“Kita tetap bergerak, meski DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) belum keluar. Oplah jalan, TNI sudah mulai kerja. Untuk cetak sawah, kita tinggal tunggu DIPA dan langsung kontrak konstruksi,” kata Syamsir.
Syamsir menyebutkan DPKP Provinsi Kalsel sangat serius untuk melaksanakan program cetak sawah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan arahan Gubernur Kalsel Muhidin.
Syamsir mengungkapkan target cetak sawah di Kalsel seluas 30.000 hektare pada 2025, namun realisasi yang berjalan sekitar 1.500 hektare.
"Jika ada 20 alat berat bekerja serentak satu hari seluas satu hektare, kita bisa capai target dalam waktu singkat,” ucap Syamsir.
Syamsir menuturkan program cetak sawah membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang dibahas melalui Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah.
Diungkapkan Syamsir, rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan tim terpadu lintas instansi yang akan bertugas mengawasi, mengontrol, hingga evaluasi secara ketat terhadap pelaksanaan program cetak sawah.
Baca juga: DPKP Kalsel: Produksi pertanian capai 800 ribu ton pada 2024
"Tim ini akan turun langsung ke tingkat kabupaten/kota, dipimpin oleh bupati, dan didampingi unsur provinsi dan pusat," tutur Syamsir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Ariadi Noor menekankan Pemprov Kalsel mengarahkan menuju Gerbang Logistik Kalimantan sekaligus daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
"Nilai strategis Kalsel bukan hanya sebagai jalur distribusi, tetapi juga sebagai produsen utama," ungkap Ariadi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto menyampaikan program cetak sawah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat swasembada pangan.
Dituturkan Hermanto, Presiden Prabowo melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan agar penanaman di lahan cetak baru sudah bisa dimulai paling lambat akhir September 2025.
"Kita percepat Survei Investigasi Desain (SID) dan langsung masuk konstruksi. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, makanya kita bentuk tim terpadu yang melibatkan pusat, provinsi, kabupaten, TNI, Kejaksaan, dan Satgas Pangan,” ucap Hermanto.
Hermanto mengungkapkan Kalsel mendapatkan target 30.000 hektare cetak sawah pada 2025 dengan progres SID telah mencapai 60–70 persen.
Baca juga: DPKP Kalsel tingkatkan kapasitas kader Pangan B2SA
