Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis, mengatakan pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pengembangan kelembagaan petani.
Baca juga: Produksi padi di Kalsel capai 641 ribu ton per Agustus 2025
“Penguatan kelembagaan ekonomi petani menjadi fondasi agar petani bisa mengelola usaha secara modern dan berkelanjutan, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” kata Syamsir.
Syamsir menjelaskan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan badan yang dibentuk dari dan untuk petani, dengan tujuan memperkuat posisi tawar di pasar agribisnis.
“KEP diharapkan mampu memutus rantai perdagangan yang panjang, mempermudah akses pasar, dan mengelola usaha tani secara terpadu mulai dari produksi hingga pemasaran,” katanya.
Namun, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti kurangnya orientasi usaha produktif, keterbatasan akses permodalan, kurangnya kemampuan manajerial, dan minim teknologi yang digunakan.
Baca juga: Kalsel: Koperasi Merah Putih bagian gerakan nasional ketahanan pangan
Oleh karena itu, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel telah mengalokasikan dana APBD dan APBN untuk pendirian dan pengembangan KEP di berbagai kabupaten seperti Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Banjar, dan Tabalong.
Program ini bertujuan memperkuat kelembagaan petani agar mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan anggotanya.
Selain itu, Dinas juga mendorong integrasi KEP dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.
Ia berharap para peserta Bimtek dapat memanfaatkan materi dengan sebaik-baiknya dan menyebarluaskan kepada anggota kelembagaan masing-masing.
“Kolaborasi yang kuat antara KEP dan koperasi desa diharapkan menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan,” tuturnya.
Baca juga: DPKP Kalsel percepat musim tanam guna cetak sawah 30.000 ha
Pewarta: Imam HanafiEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026