Tanjung (ANTARA) - Siti Rokayah (40) warga Maluyung Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan tak menyangka mendapat kunjungan Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani di ruang rawat inap anak RSUD H Badaruddin Kasim Tabalong, Kamis (19/6/2025) pagi.
Saat itu ia mendampingi putranya yang berusia dua tahun Agyl Ramadhan menjalani perawatan kesehatan di ruang bagian anak.
Baca juga: 175 Pelaku usaha ekonomi produktif HSS terima bantuan
Rupanya kehadiran Bupati bersama rombongan bukan sekadar memantau kondisi ruang pelayanan rumah sakit namun menyerahkan secara langsung bantuan pendamping pasien.
Siti pun tak kuasa menahan rasa haru dan bahagia setelah menerima amplop berisi dana bantuan pendamping pasien sebesar Rp300 ribu untuk tiga hari dari Bupati didampingi Pelaksana Tugas Direktur RSUD H Badaruddin Kasim Setyawan Andri Wibowo dan jajarannya.
"Alhamdulillah dana ini sangat membantu saya selama menemani anak opname di rumah sakit," ungkap Siti.
Selain Siti dana bantuan serupa juga diserahkan Bupati kepada keluarga pasien rawat inap di ruang bedah dengan nominal bervariasi dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu dengan rincian Rp100 ribu per hari.
"Sesuai janji kampanye, pendamping pasien untuk peserta BPJS klas 3 menerima bantuan sebesar Rp100 ribu per hari maksimal untuk lima hari," jelas Noor Rifani.
Hari ini sebanyak enam pendamping pasien yang rawat inap di RSUD H Badaruddin Kasim Tabalong menerima dana bantuan dari dana APBD Kabupaten Tabalong 2025.
Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban hidup keluarga pasien selama di rumah sakit.
Selain di RSUD HBK, Pemkab Tabalong juga memberikan bantuan yang sama bagi pendamping pasien di puskesmas rawat inap yakni Puskesmas Kelua, Haruai dan Muara Uya.
Sebelum menyerahkan bantuan Bupati juga memantau langsung pelayanan pendaftaran dengan memanfaatkan fasilitas anjungan mandiri pasien.
Sejumlah pengunjung mengakui kehadiran anjungan mandiri pasien proses pendaftaran di RSUD H Badaruddin Kasim lebih mudah dN cepat.
Baca juga: Ratusan KK terdampak kebakaran di Banjarmasin hingga Juni 2025
"Tidak sampai lima menit saya bisa mendaftar ke poli jadi tak perlu mengantre lama," ungkap satu pengunjung, Ridho.
