Rantau (ANTARA) - Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mencatat capaian signifikan penurunan angka stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Tapin kini berada di angka 13,2 persen menjadikannya satu-satunya daerah di Kalsel yang berhasil melampaui target nasional di bawah 14 persen.
Kepala Bappelitbang Tapin Meidy Harris Prayoga mengatakan penurunan ini menunjukkan tren positif sejak empat tahun terakhir, dari 33,5 persen pada 2021, turun drastis ke 14,5 persen (2022), lalu 14,4 persen (2023), hingga menyentuh 13,2 persen tahun ini.
Baca juga: Banjarmasin perkuat kolaborasi tangani stunting dan BAB sembarangan
“Intervensi spesifik dan sensitif dilakukan secara menyeluruh. Strategi ini terbukti efektif menurunkan angka stunting hingga melampaui target nasional,” kata Meidy di Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, Rabu.
Ia menambahkan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang berjalan konsisten dan terarah.
Meidy menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah, jajaran perangkat daerah, serta mitra strategis seperti Tim Penggerak PKK.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tapin, Hj Faridah menambahkan bahwa edukasi gizi keluarga dan pola asuh menjadi fokus utama PKK dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
“Tapin kini jadi salah satu kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Kalsel. Semoga ke depan kita bisa mencapai zero stunting,” ucapnya.
Baca juga: Tapin libatkan pemerintah desa guna tekan angka stunting
Dengan capaian ini, Pemkab Tapin optimistis mampu mempertahankan dan memperluas dampak positif dari program pengentasan stunting, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan isu gizi berbasis kolaborasi dan data.
