Amuntai, Kalsel (ANTARA) - Polder Alabio, sebuah bangunan yang dibuat pada masa penjajahan Belanda di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), funsginya mulai berkurang.
Bukan hanya karena guyuran hujan semalam yang masih meninggalkan sisa genangan, karena polder yang selama ini melindungi desa tersebut kini perlahan kehilangan daya.
Akibat infrastruktur menua, pintu air berkarat dan rusak, bahkan sebagian berubah fungsi menjadi jalur transportasi air warga.
Air menggenang, lahan tidak lagi bisa ditanami, dan harapan mulai mengering.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan merespon cepat turun langsung ke salah satu bagian Polder Alabio di Desa Kalompang Kecamatan Babirik bersama tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III guna meninjau titik utama Polder Alabio.
Ia melihat langsung bagaimana sedimen sungai menghambat aliran, air yang seharusnya mengairi sawah justru menjebak tanaman.
Sebelumnya, Polder Alabio membentang luas, namu kini hanya tersisa sekitar 1.600 hektare yang aktif dimanfaatkan masyarakat setempat.
Banyak pintu air yang tak lagi berfungsi optimal. Saluran yang dulu lancar kini tersumbat gulma dan endapan lumpur.
Bahkan pada beberapa titik tanggul nyaris jebol, karena usianya lanjut dan masalah lain.
Sistem pompa yang dulu mampu mengatur aliran air sesuai musim, dan kebutuhan warga kini alatnya mulai rusak dimakan usia.
Terbengkalai, memendam segala fungsi yang menunggu disentuh kembali.
Warga menyampaikan harapan agar air yang saat ini masih tertahan Polder segera dikeluarkan karena telah mengganggu aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Pada keheningan kanal yang dulu bergemuruh, Kepala BWS Kalimantan III, I Putu Purna Eddy Wijaya tampak serius mengamati banyak bangunan pintu air yang sudah rusak.
"Fungsi pengendali air hilang karena digunakan untuk transportasi. Sungai penopang penuh sedimen. Tapi kami yakin, dengan kerja bersama, revitalisasi bisa dilakukan bertahap," ujar Putu.
Segala upaya dilakukan Pemkab HSU demi menyelamatkan sistem irigasi yang telah bersama masyarakat sejak lama.
Upaya pun dimulai, tidak sekadar teknis, tapi juga diplomatik.
Fungsi Polder Alabio mulai berkurang
Kamis, 8 Mei 2025 12:01 WIB
Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan Hero Setiawan (kiri) meninjau lokasi Polder Alabio di Desa Kalompang Kecamatan Babirik, Selasa (15/4/2025). (ANTARA/HO-Pemkab HSU)
