Amuntai, Kalsel (ANTARA) - Mengubah kebiasaan bukan hal mudah bagi Pemerontah Kabupaten Hulu Sungai Utara, tetapi perubahan sedang dirintis, perlahan tapi pasti, meski harus menghadapai tantangan dan hambatan yang besar.
Harapan mulai tumbuh, pada Musrenbang Kecamatan, Polder Alabio kembali masuk dalam visi besar bertajuk Jadikan Hulu Sungai Utara sebagai kawasan agrominapolitan, penopang logistik Kalimantan Selatan.
Bukan sekadar membangkitkan kembali fungsi irigasi, tapi membangun sinergi antara air, lahan, teknologi, dan masyarakat.
Kini, Polder Alabio berdiri di persimpangan sejarah, bisa saja tenggelam dalam sejarah sebagai peninggalan kolonial yang dilupakan, atau bangkit kembali sebagai simbol kemajuan dan keberlanjutan.
Barangkali suara mesin pompa akan kembali berdengung, menyalurkan air, harapan, dan kehidupan. Suara yang dulu pernah hidupkan ribuan hektare lahan mungkin akan kembali terdengar.
Bukan hanya alat berat atau dana besar yang utamanya dibutuhkan, tapi keberanian untuk percaya lagi. Rawa ini bisa kembali hidup, warisan itu masih bisa bernapas.
Polder Alabio, seperti masyarakat yang tumbuh di sekitarnya, hanya menunggu satu hal, yakni kesempatan sebagai simbol harapan baru warga Hulu Sungai Utara.
