Amuntai (ANTARA) - Tenaga Ahli Asian Development Bank (ADB) Wicher Boissevain menyebutkan Poldel Alabio memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Boissevain menyatakan itu saat mendampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI Husnain mengunjungi Polder Alabio di Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU, Kamis.
Baca juga: Pemkab HSU-Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan kolaborasi tingkatkan sektor pertanian
Menurut Boissevain, Polder Alabio diperkirakan sudah berusia hampir sembilan puluh tahunan, namun memiliki kondisi tanah dan air yang masih cukup baik, sehingga bisa berpotensi dikembangkan untuk lahan pertanian ataupun perikanan.
"Diharap polder ini bisa dihidupkan kembali baik untuk pertanian, tanaman pangan, hortikultura serta perikanan untuk daerah yang paling rendah, tapi perlu dilakukan dulu studi teknis, kelayakan kemudian didesain sesuai keperluan," ucap Bossevain kepada Bupati HSU Sahrujani.
Boissevain mengatakan pihaknya akan melihat upaya yang telah dilakukan Pemkab HSU pada jangka pendek dan jangka panjang, serta pencapaian terhadap Polder Alabio tersebut.
Baca juga: Lipsus - Bupati HSU "bisikin" Presiden Prabowo tentang Polder Alabio
Saat ini, Pemkab HSU berupaya mensejahterakan masyarakat melalui potensi pertanian dengan memaksimalkan sarana dan prasarana pertanian berupa Polder Alabio.
Sementara itu, Bupati HSU Sahrujani menyampaikan Ditjen Lahan dan Irigasi Kementan tersebut merupakan kebanggaan warga HSU.
Karena berkat upaya Sahrujani bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan membangkitkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian melalui Polder Alabio tersebut mendapatkan respons baik dari pemerintah pusat.
"Atas nama Pemda HSU kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu Dirjen beserta rombongan," ujar Sahrujani.
Sahrujani mengharapkan pengembangan Polder Alabio, akan membangkitkan kembali lahan pertanian dan mungkin juga untuk perikanan di HSU.
