Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) membekali sejumlah tenaga pendidik mengenai kemampuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel Muhammadun di Banjarmasin, Rabu, mengatakan peningkatan kemampuan tenaga pendidik berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri pada saat ini.
Baca juga: Pemprov Kalsel terapkan kegiatan belajar mengajar pada Ramadhan 2025
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan keterampilan individu, tetapi juga sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan praktik memanfaatkan TIK digital pada dunia pendidikan," katanya.
Muhammadun menekankan pendidikan vokasi terutama sekolah menengah kejuruan memiliki peran strategis guna mencetak lulusan yang siap kerja, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan pemanfaatan teknologi.
Dia berharap para siswa SMK tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang dapat mendukung dunia industri dan dunia usaha.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi para guru untuk meningkatkan wawasan, keterampilan serta berbagi pengalaman dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi peserta didik," ucap dia.
Baca juga: Banjarmasin jadi percontohan program makan gratis di Kalsel
Sementara itu, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalsel Rusiani menambahkan 63 tenaga pendidik SMK dari berbagai mata pelajaran yang tersebar pada 13 kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut.
Rusiani menilai para pendidik jenjang SMK harus mengikuti pembekalan TIK digital untuk mengembangkan konten pembelajaran yang berbasis video animasi yang dikombinasikan dengan kecerdasan artifisial.
"Kemudian mengembangkan media pembelajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan peserta didik," ungkap Rusiani.
Ia menambahkan kegiatan pembekalan tersebut untuk meningkatkan kualitas pembuatan konten pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan guru pada pembelajaran berbentuk video animasi dikombinasikan dengan kecerdasan artifisial dikemas secara aplikasi interaktif.
Baca juga: Kalsel gelar festival tradisi lisan
Sementara itu, pendiri Dounnet Film dan Produser Neuron Media Jakarta Anjas Maradita mengungkapkan materi kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas dan menambah kreativitas tenaga pendidik.
Salah satu peserta dari SMKN Binuang Kabupaten Tapin Pradewi Nurmawati mengapresiasi Pemprov Kalsel memberikan wadah kepada tenaga pendidik untuk memberikan ilmu TIK.
"Ke depannya materi yang sudah saya dapat ini akan saya gunakan pada media pembelajaran yang sudah diberikan salah satunya kecerdasan buatan," ujar Pradewi.
Baca juga: Disdibud Kalsel tunggu pusat terkait Kurikulum Merdeka dan zonasi