Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Muhammad Aditya Mufti Ariffin meninjau lokasi pasar murah bersubsidi dan pendistribusian LPG guna membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Tujuan pasar murah bersubsidi dan pendistribusian LPG membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di tengah harga bahan pokok yang mahal dan kesulitan LPG," ujar Aditya di Banjarbaru, Selasa.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru dorong optimalisasi pengumpulan zakat
Menurut Aditya di sela peninjauan pasar murah yang digelar di halaman kantor Kecamatan Cempaka, upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup terus dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya melalui pasar murah bersubsidi dengan menjual paket sembako yang harganya lebih murah dibandingkan di pasaran sehingga masyarakat dapat membeli untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Pasar murah bersubsidi ini terus dilakukan di sejumlah titik sehingga bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok terutama menjelang Ramadan yang harganya bisa naik," ucap Aditya.
Dikatakan Aditya, pasar murah bersubsidi akan dilakukan bergiliran di sejumlah titik di Banjarbaru, sedangkan terkait pendistribusian LPG yang sempat dikeluhkan masyarakat akan disikapi dengan penyampaian ke Pertamina.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru canangkan gerakan sadar bayar PBB-P2
"Soal pendistribusian LPG menjadi kewenangan Pertamina sehingga kami berupaya menyampaikan ada keluhan masyarakat mendapatkan bahan bakar itu dan diharapkan bisa segera ditangani," katanya.
Salah seorang warga Cempaka Diana berterima kasih atas pasar murah bersubsidi dan penyaluran LPG sehingga membantu mendapat harga sembako lebih murah dan LPG yang selama ini sudah didapat.
"Kami sangat terbantu adanya pasar murah bersubsidi, juga penyaluran LPG yang selama ini susah didapat dan berharap kegiatan seperti ini bisa dijadwalkan satu bulan sekali untuk membantu warga," harapnya.
Ditambahkan Diana, warga berharap pendistribusian LPG tetap lancar dan rutin dilakukan Pertamina sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan memasak itu.
"Kami berharap selain distribusi lancar dan barangnya ada, harga di eceran juga stabil tidak jauh dari harga di pangkalan yang berkisar Rp17 ribu hingga Rp18 ribu untuk tabung 3 kilogram," katanya.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru: pelayanan tetap optimal meski efisiensi anggaran