Masyarakat Hampang dan sekitarnya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akhir-akhir mengeluhkan badan jalan Cantung-Hampang yang panjangnya sekitar 25 km dengan kondisi rusak berat.
Seorang tokoh masyarakat Hampang Ali, Rabu, menuturkan, sejak curah hujan tinggi di Hampang dan sekitarnya, badan jalan dari Cantung menuju Hampang banyak ditemukan lubang yang digenangi air dan lumpur.
"Para pengguna jalan terpaksa harus berhati-hati, karena bisa terperosok masuk ke kubangan lumpur," kata Ali.
Menurut Ali dan sejumlah warga yang lainnya, rusaknya badan jalan tersebut sebagian disebabkan oleh lalu lintas armada perusahaan yang membawa material batu untuk perbaikan jalan dan armada perusahan perkebunan.
Dalam kondisi kemarau, badan jalan tersebut penuh dengan debu.
Sebaliknya, dalam kondisi curah hujan tinggi, badan jalan tersebut banyak ditemukan lubang yang dipenuhi lumpur.
"Badan jalan tersebut pernah diperbaiki, tidak tahu uangnya dari mana, yang pasti perbaikan tersebut hasilnya tidak maksimal," terang Ali.
Menurut sejumlah warga Hampang dan sekitarnya, mereka sangat merindukan jalan baik dan mulus.
Namun kenyataanya, sejak merdeka hingga saat ini keinginan tersebut bagaikan mimpi yan tidak pernah terwujud.
Dengan jalan rusak tersebut, menyebabkan harga hasil perkebunan masyarakat dibeli oleh para pedagang pengumpul dengan harga murah.
Berbeda apabila kondisi jalan dari Cantung-hampang mulus, harga hasil panen warga setempat, seperti pisang, ubi, palawija dan buah-buahan dibeli dengan harga tinggi.
Hal itu disebabkan oleh tingginya biaya transportasi dan minimnya pedagang yang masu masuk ke wilayah Hampang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum H Ardian MM, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait, kondisi jalan yang rusak berat./C
