Banjarmasin (ANTARA) - DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan berharap program rehabilitasi rumah dapat mengatasi persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
"Pihak dewan sebelumnya menyetujui anggaran program Rutilahu 2024 sebesar Rp6 miliar, namun karena refocusing anggaran terpotong hingga 50 persen," ujar Isnaini.
Meski demikian, ucap Isnaini, program Pemkot Banjarmasin harus diapresiasi karena tetap melaksanakan dengan harapan tidak ada rumah warga yang tidak layak huni.
Menurut dia, rumah tidak layak huni merupakan tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan, keamanan dan sosial.
Menurut dia, masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni menandakan masih banyak masyarakat yang hidup belum sejahtera.
Karenanya, sesuai data dinas sosial kota di mana masih ada sekitar 225 rumah tidak layak huni perlu dibantu rehabilitasi, diharapkan bisa secepatnya ditangani, termasuk mengusahakannya melalui bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Adapun program Rutilahu Pemkot Banjarmasin, setiap rumah diberi bantuan Rp30 juta.