Banjarmasin (ANTARA) - Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (DPM FKIK) Universitas Lambung Mangkurat yang mengusung topik Sekolah Perempuan Bungas melakukan audiensi bersama dengan pihak Hasnur Centre bagian Unit Pemuda Bakti Banua sebagai mitra kerjasama implementasi program Sekolah Perempuan Bungas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (30/7) di Politeknik Hasnur, Handil Bakti, Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Pihak PPK Ormawa DPM FKIK ULM yang hadir adalah M. Gilang Syahrial Putra, Ghina Ghaida Mutmainah, dan Dwinta Oktarisya, yang juga turut serta menemani adalah dosen Pembina ormawa, yaitu Ns. Agianto, S.Kep., M.N.S., Ph.D.
Sedangkan pihak Hasnur Centre bagian Unit Pemuda Bakti Banua yang berhadir adalah Muhammad Fajar Firdaus S.Pd., M.Pd dan Putri Amalina Handayani, S.Sos.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas rencana kerja sama untuk mengembangkan dan pendampingan pada dua kelas Sekolah Perempuan BUNGAS, yaitu Kelas Lingkungan dan Kelas Pendidikan.
Hasnur Centre melalui Unit Pemuda Bakti Banua menyambut secara positif inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk turut berkolaborasi, baik dalam bentuk dukungan narasumber, materi edukatif, sumber daya manusia, maupun pendampingan pada kelompok-kelompok masyarakat yang merupakan rencana tindak lanjut dan keberlanjutan program di kemudian hari jika tim Ormawa DPM FKIK ULM telah selesai melaksanakan kegiatan.
Tentu hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena private sector yang merupakan mitra kerjasama turut membantu dan merealisasikan program yang telah disusun mahasiswa DPM FKIK ULM.
Pada Kelas Lingkungan dirancang dengan tujuan untuk mendorong kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah, memproduksi pupuk, serta penjernihan air sungai yang nantinya bisa digunakan oleh warga untuk kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kelas Pendidikan akan difokuskan pada peningkatan literasi, kesadaran akan pendidikan anak, serta penguatan pada pengelolaan perpustakaan yang telah dimiliki pihak desa. Harapannya, fasilitas desa seperti perpustakaan tersebut bisa lebih optimal dalam penggunaannya.
Dengan demikian anak-anak di desa bisa mendapatkan literasi yang baik sebagai generasi penerus bangsa. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen untuk menyusun rencana tindak lanjut dan pelaksanaan program secara kolaboratif, demi terciptanya masyarakat yang lebih berdaya, peduli lingkungan, dan melek pendidikan.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan program Sekolah Perempuan BUNGAS dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
