Banjarmasin (ANTARA) - PT Air Minum Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan berupaya menekan kehilangan air bersih yang mencapai 20 persen melalui peremajaan perpipaan.
"Jadi macam-macam skemanya, bisa dari pembiayaan internal kita, bisa kerjasama dengan perbankan, juga dari APBN," ucapnya.
Dia mengakui, untuk saat ini mengharapkan penyertaan modal dari pemerintah kota setempat sebagai pemilik saham belum bisa diharapkan maksimal, mengingat kemampuan keuangan daerah yang belum memungkinkan.
"Jadi saat kita rapat laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) wali kota tahun 2023 dengan pihak legislatif, tidak dibicarakan juga kelanjutan penyerahan modal bagi PT AM dari Pemkot," ujar Ahdiyat.
Dia menuturkan peremajaan perpipaan sangat penting dilaksanakan secepatnya dan tepat, karena angka kehilangan air akibat kebocoran ini tertinggi.
Selama ini, Ahdiyat menyebutkan upaya memaksimalkan pengawasan perpipaan hanya bisa mengurangi kehilangan air 0,8 persen.
"Artinya masih besar PR kita untuk menangani ini," katanya.
Meski demikian, Akhdiyat menyatakan, pelayanan kepada 180 ribu pelanggan PT AM Bandarmasih hingga kini masih bisa berjalan maksimal.
Demikian juga, ungkap dia, untuk pemberian subsidi beban pembayaran rekening air kepada pelanggan masih sekitar 80 persen.
"Jadi 80 persen masih kategori sosial, masih tarif dasar, yang murni ditarik tarif sesuai pemakaian itu hanya 20 persen," ujarnya.
Baca juga: Direksi baru PT Air Minum Bandarmasih diminta utamakan pelayanan