Kependudukan itu memiliki peran besar. Malah seharusnya kalau bicara penduduk idealnya terdapat menteri kependudukan di negeri kita yang tidak mudah dalam mengurus penduduk,
Marabahan (ANTARA) - Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani AS mengatakan, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) merupakan mitra kerja pemerintah di bidang kependudukan yang berperan aktif menjadi motivator dalam mempromosikan dan mensosialisasikan program Bangga Kencana.

Program yang bertujuan untuk menekan angka kelahiran, laju pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan ketahanan keluarga. 

"KKI Batola memiliki tugas yang sangat berat membantu pemerintah daerah terutama dalam kaitan menghadapi terjadinya demografi penduduk usia produktif tahun 2035 mendatang,"ujar  Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, saat mengukuhkan Kepengurusan Koalisi Indonesia (KKI) untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Barito Kuala (Batola) periode 2021-2025 di Aula Mufakat Kantor Bupati setempat, Senin (12/7).  

Dalam kaitan itu, dia menyarankan,  organisasi yang dikomandoi isteri Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor tersebut dapat membuat strategi dengan menciptakan grand desaign terkait upaya mengatasi lonjakan penduduk di samping turut memikirkan langkah-langkah dalam menekan terjadi perkawinan usia dini serta pemenuhan target kartu identitas anak (KIA) usia hingga 16 tahun dan 11 bulan di 2024 mendatang.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu mengutarakan, tujuan dibentuknya KKI untuk meningkatkan peran serta mitra kerja dalam membangun keluarga sejahera dan berpartisipasi dalam penanganan persoalan penduduk dan pembangunan kependudukan. 

Sementara itu, Sekretaris Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (KIKP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Gusti Surian mengatakan, peran dari KKI kabupaten adalah bagian dari mitra pemerintah memberikan masukan-masukan terkait dengan hal-hal kependudukan.

“Kependudukan itu memiliki peran besar. Malah seharusnya kalau bicara penduduk idealnya terdapat menteri kependudukan di negeri kita yang tidak mudah dalam mengurus penduduk. Dan maju mundurnya sebuah negara itu terlihat dari bagaimana kemampuan pengelola kependudukan,” ucapnya. 

Surian menyatakan, kekuatan suatu negara ada di penduduknya. Inilah yang menjadi hal yang terpenting menjadi sebuah inspirasi awal koalisi hadir didampingi bersama BKKBN yang merupakan bagian dari kepentingan besar untuk membantu pemerintah dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan kependudukan. 

Sebelumnya, Ketua KKI Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan memimpin KKI sekaligus memohon doa agar diberikan kekuatan dalam melaksanakan amanah yang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batola. 

Ketua TP-PKK Batola itu mengharapkan, kepengurusan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Batola yang anggotanya terdiri dari berbagai unsur seperti pemerintah, swasta, akademisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat hendaknya tidak sekedar terbentuk namun dapat menjalankan peran dan fungsinya yaitu sebagai motivator dalam mempromosikan dan mensosialisasikan program keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) serta menjadi pusat kajian maupun informasi maupun sarana 
pertukaran informasi dan memberikan pendidikan kependudukan bagi masyarakat.

Pengurus KKI Batola dikukuhkan terdiri dari Ketua Badan Pengurus Hj Saraswati Dwi Putranti, Wakil Ketua Hj Harliani, Sekretaris Eddy Erwan Nopianoor, Wakil Sekretaris Zulfikar. 

Kepengurusan juga dilengkapi Bidang Pengendalian Kuantitas dan Kualitas Penduduk dengan Koordinator H Sarbini, Bidang Mobilitas dengan Koordinator H Muhammad Hasbi, dan Bidang Pembangunan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Koordinator  H Wahyu Wiguna. 
 
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengukuhkan Kepengurusan Koalisi Indonesia (KKI) untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Barito Kuala (Batola) periode 2021-2025 di Aula Mufakat Kantor Bupati setempat, Senin (12/7).Foto:Antaranews Kalsel/Prokopimda Batola.


Pewarta: Arianto
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026