Alhamdulilah tahun ini situasi kamtibmas terjaga kondusif meski diterpa pandemi COVID-19 dan pada penghujung tahun ada pilkada, namun semuanya dapat berjalan aman dan lancar
Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto mengatakan daerah itu relatif kondusif sepanjang tahun 2020 dengan penurunan jumlah tindak pidana alias kejahatan dibanding tahun sebelumnya.

"Alhamdulilah tahun ini situasi kamtibmas terjaga kondusif meski diterpa pandemi COVID-19 dan pada penghujung tahun ada pilkada, namun semuanya dapat berjalan aman dan lancar," terang dia di Banjarmasin, Senin.

Dalam acara press release akhir tahun 2020 yang disampaikan Kapolda di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, dipaparkan jumlah tindak pidana tahun 2020 sebanyak 5.511 kasus atau turun 12,17 persen dibanding 2019 yang tercatat 6.275 kasus.

Bahkan dari empat jenis kejahatan yaitu konvensional, transnasional, kekayaan negara dan kontijensi semuanya turun. Kenaikan hanya terjadi pada pencurian dengan kekerasan (curas) yang termasuk dalam kejahatan konvensional naik 31 kasus dari tahun sebelumnya 66 kasus menjadi 97 kasus serta penyalahgunaan senjata tajam naik 25 kasus dari 294 kasus menjadi 319 kasus.

"Kalau kasus sajam naik, biasanya berimplikasi pada kejahatan curas seperti begal, rampok dan sejenisnya," jelas Kapolda didampingi Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono dan Kabid Humas Kombes Pol Mochamad Rifa'i.

Terkait menurunnya tindak pidana, Rikwanto mengaku masih akan dievaluasi kembali lebih mendalam apakah terkait pandemi COVID-19 ataupun para pelaku kejahatan yang sudah banyak diringkus sebelumnya.

"Saya perintahkan anggota juga meningkatkan patroli untuk mencegah adanya aksi kriminal terjadi. Kehadiran polisi di lapangan membuat rasa aman di tengah masyarakat," tandasnya.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto berfoto bersama wartawan usai press release akhir tahun 2020. (ANTARA/Firman)


Kemudian untuk kasus menonjol di tahun 2020, di antaranya penyerangan Polsek Daha Selatan oleh seorang pria yang disinyalir terpapar kelompok radikal hingga menewaskan seorang anggota Polri pada 1 Juni 2020.

Kemudian pada 6 Agustus 2020, diungkap penyelundupan 300 kilogram sabu-sabu oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel dan yang terbaru pada 15 Desember 2020 diungkap lagi 93 kilogram narkoba oleh Polresta Banjarmasin.

Pewarta: Firman
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026