Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dewan Pimpinan Daerah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan mengajak, agar kaum Muslim memanfaatkan momentum Ramadhan 1435 Hijriah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.
"Mari kita isi bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Nya, sehingga masyarakat bersedia kembali hidup dalam sistem Islam," ajak DPD HTI Kalsel melalui humasnya H Hidayatul Akbar, Sabtu.
"Dengan peningkatan iman dan taqwa, kita berharap masyarakat muslim bersedia kembali hidup dalam sistem Islam secara kafah (menyeluruh) dalam naungan khilafah," lanjutnya.
Juru bicara HTI Kalsel itu juga menyatakan prihatin terhadap kondisi umat Islam di Indonesia yang sedang menghadapi permasalahan dan mengalami keterpurukan, sebagai contoh masih terjadi perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan.
"Boleh jadi di bulan Ramadhan, kita berpuasa menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya. Namun, apakah kita bisa memastikan apa yang kita makan dan minum adalah halal bagi kita," ujarnya.
Pasalnya sistem ekonomi yang diterapkan adalah ekonomi ribawi. Belum lagi, para polisi wanita (polwan) muslimah yang ingin menutup auratnya demi menjalankan perintah Allah Ta`ala, namun sampai sekarang masih belum diizinkan, lanjutnya.
"Oleh karena itu, dengan semangat Ramadhan, kami berharap umat Islam juga semakin semangat dalam menegakkan syariah Islam dan Khilafah," ajaknya saat berorasi.
Ia mengingatkan pula, agar umat Islam tidak membeda-bedakan satu kewajiban dengan kewajiban yang lain. Misalnya kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan sama wajibnya dengan mencari dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal.
Begitu pula menutup aurat, menghapus sistem ekonomi ribawi, serta memiliki pemimpin yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah, juga termasuk salah satu kewajiban yang diperintahkan Allah swt, yang harus ditegakkan, demikian Hidayatul Akbar.
Orasi menyambut tibanya Ramadhan 1435 H yang digelar HTI Kalsel itu dengan tema ; "Mari Kita Tinggalkan Sistem Demokrasi dan Sistem Kapitalisme dan Menggantinya dengan Sistem Khilafah".
Dalam orasi tersebut hadir sebagai orator dalam tarhib tersebut, Ketua DPD I HTI Kalsel Ustadz Baihaqi Al-Munawar, Ketua DPD II HTI Kota Banjarmasin, Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf, serta Aktivis HTI Kalsel, Ustadz Asbudi.
Acara tersebut diawali pembacaan ayat-ayat suci Al Quran Surah Al Baqarah ayat 283 - 284 oleh ustadz Asbudi, kemudian peserta berjalan kaki mengelilingi Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
