Selasa, 26 September 2017

Banjarmasin Ingin Jadi Pusat Peradaban Sungai

id ambapers, sungai banjarmasin, kongres sungai indonesia ,KSI, sungai peradaban
Banjarmasin Ingin Jadi Pusat Peradaban Sungai
Kota Banjarmasin yang memiliki sedikitnya 102 sungai dan dikenal dengan sebuah "kota seribu sungai," berkeinginan menjadi pusat perabadan sungai di masa yang akan datang. demikian SyapulAdhar/ Antaranews Kalsel/Hasan Zainuddin (a)
Siapapun yang nantinya ingin belajar bagaimana mengelola sungai silahkan datang ke Banjarmasin
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kota Banjarmasin yang memiliki sedikitnya 102 sungai dan dikenal dengan sebuah "kota seribu sungai," berkeinginan menjadi pusat perabadan sungai di masa yang akan datang.

"Siapapun yang nantinya ingin belajar bagaimana mengelola sungai silahkan datang ke Banjarmasin," kata Direktur PT Ambapers Syaipul Adhar kepada Antara di Banjarmasin, Rabu.
    
Menurut pimpinan sebuah perusahaan yang mengelola sungai yakni Ambang Sungai Barito, Kalimantan Selatan ini, bagi siapa yang ingin belajar bagaimana mengelola sungai seperti layaknya sebuah jalan tol itu silahkan pula datang ke wilayah ini.
    
Sebab tambahnya, perusahaanya adalah salah satu yang dipercara mengelola sungai lalu memungut kontribusi bagi pendapatan daerah, yang dikenakan kepada kapal-kapal yang memanfaatkan alur tersebut.
    
Menurut Syaipul Adhar, Banjarmasin 1-4 November 2017 nanti bakal menjadi tuan rumah Kongres Sungai Indonesia (KSI) III, dimana akan berkumpul banyak pakar tentang sungai, pemerhati, komunitas membahas bagaimana pengelolaan sungai kedepan.
    
Oleh karena itu, tambah Syaipul Adhar yang bakal dipercaya sebagai ketua pantia KSI III tersebut, Banjarmasin akan memanfaatkan momen tersebut terhadap bagaimana pengelolaan sungai-sungai yang banyak membelah wilayah ini.
    
Yang nanti dibahas adalah bagaimana sungai sebagai sumberdaya alam yang akan menjadi magnet ekonomi, baik sebagai wilayah destinasi wisata, sebagai alur transportasi, alu informasi, dan segagai lokasi ekonomi dimana ada pasar terapung, restauran terapung, permainan terapung, hotel terapung dan sebagainya.
    
Oleh karena itu diharapkan dalam KSI nanti akan lahir semacam deklarasi Banjarmasin, yang memberikan solusi terhadap sungai sebagai pusat peradaban di masa yang akan datang.
    
Ia mencontohkan saja, ada kebijakan nasional untuk wilayah Kalimantan, yang dibiayai oleh APBN yakni Badan Restorasi Gambut.
    
Padahal kalau melihat vitalitas antara gambut dan sungai tentu adalah vital sungai, karena tanpa sungai tak mungkin ada gambut, oleh karena itu seharusnya dibentuk pula nantinya Badan Restorasi Sungai yang tentu pula di biayai oleh APBN yang tujuannya bagaimana menghidupkan kembali sungai-sungai yang ada sebagai pusat peradaban tersebut.
    




 

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga