Masyarakat Desa Tapus Dalam Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan mulai melirik usaha di sektor perairan rawa untuk meningkatkan pendapatannya.
"Diantaranya, memelihara kerbau rawa (Bubalus bubalis) hewan ternak khas Kalimantan selatan yang banyak ditemui di wilayah Hulu Sungai Utara," kata seorang warga Desa Tapus Dalam Adi, Selasa.
Selain itu, usaha ternak itu sangat cocok, dimana sebagian besar lingkungan sekitar permukiman warga adalah rawa.
Hanya sekitar 15 menit perjalanan transportasi air para wisatawan atau pengunjung sudah bisa menjumpai kalang kerbau rawa melalui desa kami," ujar Adi.
Meski populasi kerbau rawa di Kecamatan Sungai Pandan hanya berkisar 150 ekor saja, namun kalang tempat pemeliharaan hewan ternak ini mudah di jangkau dan menginspirasi warga untuk menjadikannya sebagai objek wisata rawa.
Tidak hanya menjual kerbau rawa, melalui paket wisata yang mulai dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karya Batuah, warga Desa Tapus Dalam juga menjanjikan pesona alam kawasan rawa saat senja hari serta latar belakang pegunungan meratus disebelah timur.
"Pengunjung juga bisa membeli cendramata berupa aneka produk kerajinan yang ada di kios souvenir milik Bumdes Karya Batuah," ujarnya.
Di sepanjang alur sungai rawa, jika ingin beristirahat para wisatawan juga bisa rehat sejenak di rumah lanting sambil menikmati pemandangan rawa selain juga bisa menyantap makanan di kedai terapung khusus paket wisata eksklusif.
Jika ingin melihat sentra peternakan itik, wisatawan tidak salah memilih berkunjung ke Desa Tapus Dalam karena sentra peternakan itik di desa yang berjarak 12 km dari Kota Amuntai atau sekitar 178 km dari Banjarmasin.
Sentra peternakan tersebut pernah meraih juara tiga tingkat nasional pada Lomba Kelompok Agrobisnis peternak itik pada 2006 lalu.
Masalah keamanan wisata ini tidak perlu diragukan lagi meski hanya menggunakan alat transportasi berupa perahu mesin atau klotok namun wisatawan akan di pandu tani nelayan setempat yang sudah berpengalaman terharap kondisi perairan yang dilewati.
Selain itu pihak pemandu juga dilengkapi peralatan komunikasi berupa radio HT, pelampung dan teropong dan disiagakan petugas taruna siaga bencana (tagana) desa setempat.
Paket yang ditawarkan pihak Bumdes Karya Batuah pengelola wisata rawa ini mulai dari harga standar Rp100 ribu untuk dua orang hingga eksklusif Rp160 ribu untuk berdua.
Selain itu juga disediakan paket ekonomi khusus untuk pelajar dan mahasiswa yang ingin melakukan kunjungan studi wisata dengan harga hanya Rp25 ribu perorang dan harga paket akan semakin murah jika pengunjung berjumlah di atas delapan orang.
Menurut Kepala Desa Tapus Dalam Abdur Rahman, S.Sos dengan adanya usaha wisata rawa ini turut memberi lapangan kerja alternatif bagi nelayan setempat yang selama ini sebagian melakukan aktivitas ilegal fishing.
"Jika usaha ini dapat memberi penghidupan bagi nelayan Insya Allah mereka akan berhenti melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal," ujar Abdur Rahman.
Karena itu, katanya pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata harus memberikan dukungan terhadap usaha yang sudah dirintis warga Desa Tapus Dalam ini mengingat manfaatnya bagi mengurangi pelaku ilegal fishing/D.
(T.I022/B/H005/H005) 25-09-2012 18:24:56
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026