Rantau (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng pemerintah desa dan kelurahan melalui inovasi “DELIMA & ANGGUR” guna menekan angka pengangguran terbuka berbasis pendataan langsung di tingkat masyarakat.
Kepala Bidang Peningkatan Kualitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Tapin Supriadi mengatakan, program Delima & Anggur menitikberatkan pada pemetaan pengangguran secara rinci melalui sistem pendataan “by name by address” di setiap desa dan kelurahan.
“Konsep ini dimulai dari pemetaan masalah pengangguran di desa melalui pendataan pengangguran terbuka by name by address secara akurat di masing-masing desa dan kelurahan,” ujar Supriadi di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Ia menjelaskan, data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan bentuk intervensi, mulai dari pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja hingga perluasan kesempatan kerja sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Baca juga: Kejari Tapin gelar sidang isbat nikah perdana di Kalsel
Menurut Supriadi, keterlibatan kepala desa dan lurah menjadi kunci utama keberhasilan program karena pemerintah desa dinilai paling memahami kondisi ketenagakerjaan di wilayah masing-masing.
“Melalui konsep DELIMA & ANGGUR, kepala desa dan lurah berkomitmen melawan pengangguran, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Disnaker Tapin, ucap Supriadi, mencatat tingkat pengangguran terbuka pada 2025 turun sebesar 0,25 persen dibanding tahun sebelumnya setelah penerapan program tersebut di sejumlah wilayah.
Baca juga: Disnaker Tapin catat 249 pekerja kena PHK 2026
"Disnaker Tapin berharap inovasi berbasis desa ini dapat mempercepat penurunan angka pengangguran terbuka sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja di Kabupaten Tapin," tambah Supriadi.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026