Tanah Laut, Kalsel (ANTARA) - Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui penanaman padi bersama cetak sawah rakyat seluas 35 hektare yang menjadi bagian dari program serentak nasional seluas 300 hektare di lima wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi CSR Brigade Pangan Berkat Padi Bersemi, Desa Takisung, Kecamatan Takisung. Tidak hanya ditujukan untuk mendukung swasembada pangan, tetapi juga sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian dan memperluas lapangan kerja di pedesaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masturi di Pelaihari, Kabupaten Tala, Sabtu, menegaskan program tanam serentak memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Kegiatan tanam padi ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud nyata sinergi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjawab tantangan pangan global,” ujarnya.

Menurut dia, optimalisasi lahan cetak sawah rakyat akan meningkatkan produksi gabah, memperkuat daya beli petani, serta menciptakan perputaran uang di tingkat desa. Produktivitas yang naik, lanjutnya, akan mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga petani dan menekan angka kemiskinan berbasis pedesaan.

“Ini bukti komitmen pemerintah dalam sektor pertanian. Langkah strategis ini memastikan lahan benar-benar produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tambah Masturi.

Dia menjelaskan, setiap hektare sawah produktif tidak hanya menghasilkan beras, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi mulai dari penyediaan benih, pupuk, alat mesin pertanian, hingga jasa angkut dan distribusi hasil panen.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Idha Widi Arsanti menyebutkan Tanah Laut menjadi salah satu dari lima wilayah prioritas dalam program penanaman serentak lahan cetak sawah rakyat.

“Tanah Laut mewakili Kalimantan Selatan dengan luas 35 hektare. Wilayah lainnya adalah Kalimantan Tengah 11 hektare, Sumatera Selatan 13 hektare, Papua Selatan 230 hektare, dan Nusa Tenggara Timur 11 hektare,” jelasnya.

Dia menekankan, perluasan areal tanam baru merupakan strategi nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi beras dalam negeri, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tantangan global.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut optimistis sektor pertanian mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) berbasis pertanian.



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026