Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggelar pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tematik dalam upaya percepatan penurunan kasus stunting tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Jumat menyampaikan, penanganan stunting atau anak gagal tumbuh karena kurang gizi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan misi kemanusiaan yang membutuhkan akurasi data dan komitmen lintas sektoral.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tahun 2025, Ikhsan menyampaikan bahwa secara umum berbagai program telah berjalan, mulai dari penyerapan anggaran, rapat koordinasi, hingga peningkatan kapasitas SDM operator.
Namun, dia memberikan catatan kritis terkait cara pandang perangkat daerah terhadap pelaporan.
"Pelaporan masih sering dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, bukan sebagai alat untuk mengukur capaian kinerja. Hal ini terlihat dari masih adanya keterlambatan input data, ketidaksesuaian indikator, serta data yang belum sepenuhnya lengkap dan berbasis pada capaian outcome," ujar Ikhsan.
Pemko Banjarmasin menyoroti masih adanya perangkat daerah yang bekerja secara sektoral. Hal ini dinilai menghambat konvergensi program yang menjadi kunci utama percepatan penurunan angka stunting.
Ikhsan menegaskan pentingnya peran pimpinan di setiap level untuk memastikan sinkronisasi perencanaan dan pelaporan.
Dia meminta jajaran di tingkat wilayah untuk lebih selektif dalam mengelola data.
“Sekretaris Kecamatan diharapkan dapat menjalankan peran sebagai verifikator dengan baik, sementara camat perlu lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan persetujuan terhadap data yang diinput," ujarnya.
Dia berharap Pra Musrenbang ini menghasilkan usulan yang konkret dan tajam.
"Usulan yang disampaikan harus lebih jelas, terukur, dan berbasis data, disertai dengan jumlah program yang diusulkan serta berbasis by name by address, sehingga intervensi yang direncanakan benar-benar tepat sasaran," katanya.
Melalui penguatan koordinasi dan perbaikan kualitas data pada web konvergensi, Pemko Banjarmasin optimis target penurunan stunting dapat tercapai secara efektif demi masa depan generasi muda di Kota Seribu Sungai.
