Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengkolaborasikan tiga pilar kelurahan, yakni lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk menekan angka kasus stunting.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, percepatan penurunan angka kasus stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan.
Dinyatakan dia, diperlukan kerja sama lintas sektor dan perubahan perilaku di tingkat masyarakat yang dimotori tiga pilar di kelurahan sebagai ujung tombak, yakni lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Keberhasilan baru akan tercapai jika ada kolaborasi dan komitmen kuat dari semua elemen, mulai dari kelurahan, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas ini," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin galakkan enam poin aksi tangani stunting
Menurut dia, pertemuan tiga pilar ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjalankan misi Wali Kota untuk mewujudkan Banjarmasin Maju Sejahtera, terutama terhadap misi pertama, yakni menciptakan generasi yang sehat, kuat dan berkarakter.
"Kita menargetkan peningkatan pencapaian hingga 70 persen melalui optimalisasi peran tiga pilar bersama masyarakat," ujarnya.
Namun, kata Machli, tantangan terbesar masih pada perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya taat terhadap prinsip kesehatan.
Baca juga: Seratus ibu hamil di Banjarmasin terima program bergizi cegah stunting
"Misalnya pernikahan usia anak, ibu hamil yang enggan mengonsumsi tablet tambah darah, anak sekolah yang tidak rutin meminum vitamin, hingga pemberian ASI eksklusif yang belum optimal. Semua ini harus kita ubah bersama," ujarnya.
Machli menegaskan, perubahan perilaku menuju hidup sehat merupakan strategi penting dalam mencegah stunting jangka panjang.
“Tiga pilar (Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, red) ini punya peran strategis untuk mendorong masyarakat mematuhi pola hidup sehat. Kita ingin lahir generasi Banjarmasin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat dan bebas stunting," katanya.
“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kesadaran. Dengan gotong royong, kita bisa menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing," ujarnya.
Baca juga: DKP3 Banjarmasin cegah stunting dengan lomba masak ikan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Ramadhan menyatakan, keterlibatan seluruh unsur kelurahan di Banjarmasin bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penurunan stunting yang pada 2024 masih di angka 26,5 persen.
"Kami ingin memastikan 52 kelurahan di kota ini berkomitmen menjalankan program penurunan stunting secara terintegrasi," katanya.
Ramadhan juga menegaskan bahwa Pemko Banjarmasin telah menyiapkan program pendukung, termasuk pemberian makanan tambahan bergizi dengan dana bersumber dari APBD.
Selain itu, pemantauan dilakukan melalui dashboard stunting untuk memastikan data dan intervensi dapat terukur dan terpantau.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin dukung program BAZNAS tangani stunting hingga kemiskinan
"Output yang kita harapkan adalah penurunan nyata angka stunting di Banjarmasin. Semua kelurahan harus mampu memantau dan menindaklanjuti kasus yang ada. Kami tidak ingin data hanya berhenti di atas kertas," jelasnya.
Melalui sinergi tiga pilar ini, pemerintahan kelurahan, aparat TNI dan kepolisian, Pemkot Banjarmasin ingin memastikan upaya penurunan stunting bukan sekadar kampanye sesaat, melainkan gerakan sosial yang melibatkan semua pihak.
“Melalui kolaborasi tiga pilar, kami harap dapat memperkuat intervensi di lapangan agar kasus stunting benar-benar menurun," demikian katanya.
