Teheran (ANTARA) - Ketegangan di Timur Tengah kian mendidih, setelah Iran menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump. Iran menyatakan akan melakukan serangan yang lebih luas, terutama pembangkit listrik di negara-negara Timur Tengah yang menjadi pangkalan militer AS.
Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pada Minggu (22/3) memperingatkan bahwa pembangkit listrik di negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan Amerika Serikat (AS) akan dianggap sebagai target yang sah apabila AS menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Trump yang mengancam akan menargetkan infrastruktur energi Iran, demikian menurut media pemerintah Iran, Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (Islamic Republic of Iran Broadcasting).
Baca juga: Qatar kutuk serangan Israel ke ladang gas yang dikelola bersama Iran
Baca juga: Iran arahkan serangan terbaru ke semua pangkalan militer AS di Timteng
Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup dan masih berada di bawah "pengawasan cerdas" Iran, dengan transit-transit yang tidak berbahaya terus berlanjut di bawah regulasi khusus guna memastikan keamanan dan kepentingan nasional, ungkap pernyataan tersebut.
Jika ancaman AS dilaksanakan, Iran akan segera mengambil beberapa tindakan balasan, termasuk penutupan total Selat Hormuz hingga fasilitas-fasilitas Iran yang rusak dibangun kembali, sebut pernyataan itu.
Langkah-langkah lainnya mencakup serangan skala besar terhadap infrastruktur listrik, energi, dan komunikasi Israel, serangan terhadap perusahaan-perusahaan regional yang memiliki hubungan dengan modal AS, serta penargetan fasilitas pembangkit listrik di negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa Iran akan mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk membela kepentingan nasionalnya dan akan melanjutkan operasi terhadap infrastruktur ekonomi dan energi AS beserta sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran peringatkan balasan lebih luas jika AS sasar pembangkit listrik
Pewarta: XinhuaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026