Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Muhamad Zamzam dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan rahasia pengisian jeda antarshalat Tarawih dan Shalat Witir.
"Sebagai contoh bagi kaum tuha (maksudnya pengikut Imam Syafi'i) mengisi jeda antarshalat Tarawih dan antara Shalat Witir dengan salawan dan do'a," ujar ustadz muda tersebut dalam tausyiahnya sesudah shalat Subuh, Senin.
Menurut Ustadz Zamam, pengisian jeda waktu antarshalat Tarawih dan antara shalat Witir sebagai tindak lanjut Hadits Rasulullah Muhammad SAW yang menyatakan; sesudah shalat dan untuk shalat berikut harus pindah tempat atau "bercakap".
"Tapi dalam suasana Shalat Tarawih tak mungkin pindah-pindah tempat, maka harus bercakap sebagai pengganti Apakah etis bercakap yang bukan-bukan, maka sebaiknya diganti dengan zikir atau bertsalawat kan bisa dapat pahala," lanjut Ustadz Zamzam.
Baca juga: Ustadz Fahri ungkap rahasia Nuzul Qur'an dan malam qadar
Ia menambahkan, sungguh banyak amal ibadah pada Ramadhan dan balasan pahalanya bukan cuma berlipat ganda,. tapin bisa berganda:ganda (beberapa kali lipat).
"Apalagi sepuluh hari menjelang akhir Ramadhan ada malam qadar atau suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta segala do'a dan pinta Allah ijabah (kabulkan)," ujar ustadz.
Baca juga: Ustadz Ghazali nyatakan ibadah sama bercocok tanam
Oleh sebab itu, bukan tanpa alasan pengisian jeda waktu antarshalat Tarawih dan Witir, tapi sebagai tindak lanjut Hadi Rasulullah SAW, dan banyak manfaatnya.
Oleh karenanya, kita manfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan sebaik-baiknya serta semaksimal mungkin, guna menggapai ridha illahi, demikian Ustadz HM Zamzam.

