Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Muhammad Ghazali Mukeri dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan ibadah sama dengan bercocok tanam.
"Bercocok tanam itu kan kalau hasilnya mau maksimal harus perawatan dengan baik, serta terlebih dahulu mempersiapkan lahan supaya tanaman tersebut hasilnya maksimal," ujar Ustadz HM Ghazali Mukeri sesudah Shalat Subuh, Ahad.
Begitu juga halnya dengan ibadah atau secara khusus Puasa Ramadhan, tanpa perawatan yang baik serta mempersiapkan lahan sebaik mungkin hasilnya bisa tidak maksimal, lanjut alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir tersebut.
Baca juga: Ustadz Walad dalam tausyiah ungkap rahasia dunia
Sebagai contoh puasa Ramadhan, tanpa penjagaan atau perawatan sebagaimana hasilnya bisa tidak bisa menjadikan orang mutaqin sebagai hasilnya, tambah pengasuh salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalsel tersebut.
Oleh sebab itu, Ustadz Ghazali mengingatkan kaum Muslim, terutama jamaah Shalat Subuh Masjid Assa'adah tersebut, berpuasa harus pula menjaga agar jangan sampai membatalkan pahala.
Selain itu, memupuk amal ibadah tersebut dengan "zikrullah" (selalu berzikir kepada Allah). "Zikrullah itu sendiri juga suatu amal ibadah tanpa batas, baik jumlah maupun tempat dan waktu," katanya.
Baca juga: Tuan Guru Haji Madyan ungkap rahasia keutamaan silaturahmi dan sadakah
Ia menegaskan, sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Imam Mahlan, bahwa orang mulia itu banyak zikirnya.
"Karenanya berzikirlah setiap habis shalat fardhu, jangan langsung 'malacung" atau meloncat, tanpa zikir/wiridan," demikian Ustadz HM Gazali Mukeri.

