Namun yang jelas pada malam qadar Allah menurunkan semua rahmat kepada hamba Nya, kecuali satu tersisa. Malaikat pun bertanya; satu rahmat yang tersisa untuk siapa? Allah pun menjawab buat mereka yang lahir pada malam qadar
Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz H Fahri Ali dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap rahasia Nuzul Qur'an dan "Laitul Qadar" atau malam qadar.
"Saat Nuzul Qur'an dan malam qadar penuh berkat dan rahmat serta ampunan Allah SWT," ungkap Fahri dalam tausyiahnya di Masjid Assa'adah tersebut, sesudah shalat Subuh, Sabtu.
Dengan mengutip Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Imam Buchari dan Imam Muslim, ustadz muda itu menerangkan, bahwa ada yang pendapat Nuzul Qur'an atau turunnya Al Qur'an pada malam qadar.
"Namun yang jelas pada malam qadar Allah menurunkan semua rahmat kepada hamba Nya, kecuali satu tersisa. Malaikat pun bertanya; satu rahmat yang tersisa untuk siapa? Allah pun menjawab buat mereka yang lahir pada malam qadar," kutipnya.
Baca juga: Ustadz Walad dalam tausyiah ungkap rahasia dunia
Sebagaimana pendapat para ulama, bahwa Lailatul Qadar terjadi pada perhitungan ganjil sepuluh malam terakhir Ramadhan. Perhitungan Allah tidak sama dengan manusia.
Karenanya, Ustadz Fahri mengajak kaum Muslim, terutama jamaah Shalat Subuh Masjid Assa'adah tersebut meningkatkan peribadahan atau amal ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama malam qadar.
"Sayang kesempatan yang bagus tidak kita manfaatkan. Sebab belum tentu kita bertemu Ramadhan mendatang," ajaknya.
Mengenai Nuzul Qur'an, dja menyatakan, semua perawi hadits Rasulullah dan para ulama sependapat, bahwa ayat pertama diwahyukan yaitu "iqra" dalam Surah Al Alaq (segumpal dara
"Dari kata iqra itulah sebagai landasan utama umat Islam belajar dan belajar. Karena Rasulullah sendiri saat menerima wahyu pertama tersebut dalam keadaan buta huruf, " demikian H Fahri Ali.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.