Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggencarkan program pemeliharaan dan normalisasi sungai untuk menangkal musibah banjir.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin, menegaskan komitmennya untuk serius menangani sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dan penyempitan di sejumlah wilayah.
Karenanya, Yamin mengaku akan turun langsung mengawasi pelaksanaan program ini di antaranya meninjau kegiatan normalisasi di Sungai Miai dan Sungai Awang di kawasan Jalan Sultan Adam, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Sebelumnya Yamin juga meninjau kegiatan normalisasi Sungai Zafri Zam Zam Pulau Insan, Sungai Guring, Sungai Gatot Subroto, Sungai HKSN dan Sungai Saka Pangilun.
Baca juga: Wali Kota Banjarmasin sisir permasalahan sungai wilayah selatan
Baca juga: Pemkot Banjarmasin keruk Sungai Gatot Subroto cegah banjir
"Pemeliharaan dan normalisasi sungai-sungai ini harus terus digencarkan. Kota Banjarmasin adalah kota seribu sungai, maka sungai tidak boleh dibiarkan tertutup, dangkal atau rusak," ujar Yamin.
Dia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kanal, anak sungai atau alur air yang belum tersentuh penanganan agar dapat segera diproses oleh pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Banjarmasin mengandalkan kekuatan internal ASN yang jumlahnya mencapai lebih dari 7.000 orang, serta partisipasi masyarakat sebagai mata dan telinga di lapangan.
Langkah ini menjadi kekuatan utama pemerintah dalam menjangkau wilayah sungai yang tersebar luas.
Yamin mengakui bahwa keterbatasan waktu, sumber daya dan luas wilayah menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat hasil.
Baca juga: Wakil Wali Kota Banjarmasin tegaskan penertiban bangunan di atas sungai
Sebagai solusi konkret, Pemkot Banjarmasin akan menggelar gerakan besar-besaran pembersihan dan pengerukan sedimen di kawasan Jalan A. Yani yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026, mulai pagi hingga pukul 10.00 WITA.
Kegiatan ini melibatkan seluruh SKPD, kecamatan, kelurahan, serta TNI–Polri, dengan pembagian zona kerja dan target pengangkatan sedimen menggunakan ratusan karung di tiap wilayah. Kolaborasi ini membuka peluang besar terciptanya perubahan nyata sekaligus menekan risiko banjir perkotaan.
"Gerakan ini bukan sekadar pengerukan lumpur, tapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa sungai adalah tanggung jawab kita semua," ujar Yamin.
Dia berharap aksi kolektif tersebut menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga sungai secara berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan normalisasi berlanjut di berbagai titik strategis sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menjadikan Banjarmasin lebih bersih, aman dan layak huni.
