Mudik gratis kami siapkan agar warga bisa pulang dengan aman dan layak tanpa terbebani ongkos perjalanan yang tinggi,
Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memberikan layanan transportasi gratis mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M bagi masyarakat setempat ke sejumlah daerah.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Sabtu, menyampaikan, ini merupakan program mudik aman maju sejahtera atau Bamara yang diluncurkan pemerintahannya agar masyarakat mudik ke kampung halaman dengan aman dan terorganisir.
Menurut dia, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi mahalnya biaya perjalanan saat musim mudik.
"Mudik gratis kami siapkan agar warga bisa pulang dengan aman dan layak tanpa terbebani ongkos perjalanan yang tinggi," ujarnya.
Menurut Yamin, program mudik tahun ini, pemerintah menyiapkan sekitar lima unit bus dengan kapasitas ratusan penumpang yang akan melayani dua rute utama dari Banjarmasin menuju beberapa daerah di Kalimantan Selatan.
Adapun rute pertama menuju wilayah Utara seperti Banjarmasin ke wilayah Banua Anam, yakni paling ujung Kabupaten Tabalong dengan titik singgah di Binuang, Rantau, Kandangan, Barabai dan Balangan.
Sementara untuk rute kedua Banjarmasin menuju wilayah pesisir seperti Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Adapun keberangkatan arus mudik gratis yang diprogramkan Pemkot Banjarmasin ini dijadwalkan pada 15–16 Maret 2026. Pemerintah berharap layanan ini mampu menekan risiko perjalanan tidak aman yang kerap terjadi saat musim mudik.
Baca juga: Polda Kalsel sediakan 11 armada bus untuk mudik gratis
Untuk mengikuti program ini, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring mulai tanggal 6 hingga 12 Maret 2026 melalui tautan yang disediakan oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.
Setelah mendaftar, peserta harus melakukan verifikasi atau daftar ulang pada 13–14 Maret di kantor Dishub Kota Banjarmasin.
Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu kota tujuan, membawa maksimal satu tas dan satu koper kecil, serta wajib hadir minimal dua jam sebelum keberangkatan.
Peserta juga harus memiliki dokumen kependudukan yang sah dan dalam kondisi sehat saat perjalanan. Karena kuota terbatas, pendaftaran akan ditutup secara otomatis apabila kapasitas penumpang telah terpenuhi.
"Kami harap masyarakat terbantu dengan program ini," ujar Wali Kota Yamin.
Pewarta: SukarliEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026