Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan evaluasi program kota cerdas atau smart city yang sudah dirintis sejak 2021 dengan melibatkan tim asesor dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Windiasti Kartika di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, evaluasi tersebut membahas capaian dan perkembangan program berdasarkan dokumen masterplan dengan Kemkomdigi dan adapula dari Kemdagri.
"Kami dipimpin oleh Pak Sekda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para asesor terkait progres dan capaian yang telah dilakukan pada program smart city ini,” ujarnya.
Dalam evaluasi itu, ungkap Windi, tim asesor memberikan sejumlah masukan, termasuk mempertanyakan kesesuaian masterplan program smart city yang dirintis sejak 2021 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Periode 2025-2030.
Windi menyampaikan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menganggarkan revisi dokumen masterplan pada tahun ini agar selaras dengan RPJMD Kota Banjarmasin 2025–2030 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan rencana strategis Kementerian Komunikasi dan Digital.
"Sudah dijadwalkan dan dianggarkan untuk melakukan penyesuaian masterplan program smart city dengan RPJMD terbaru serta RPJMN Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Pemko Banjarmasin Evaluasi SPBE 2024
Baca juga: Kementerian nilai sangat baik indeks smart city dan SPBE Banjarmasin
Asesor juga menyoroti pemanfaatan energi terbarukan serta penggunaan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik.
Windi menyatakan, beberapa inovasi berbasis teknologi telah diterapkan di Kota Banjarmasin, khususnya di sektor transportasi.
Menurut dia, Dinas Perhubungan Kota telah menggunakan sensor IoT untuk memantau pergerakan lalu lintas serta mengelola aplikasi angkutan publik BTS Go.
“Beberapa titik traffic light juga sudah menggunakan sensor yang membaca kepadatan kendaraan, sehingga durasi lampu hijau bisa menyesuaikan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Dia menegaskan, penerapan teknologi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan kota cerdas.
“Pada intinya, Kota Banjarmasin sudah mulai dan sudah menggunakan teknologi-teknologi terkini dalam pelaksanaan pelayanan publik. Mudah-mudahan hasil evaluasi ini menunjukkan progres yang baik menuju target smart city sebagaimana tertuang dalam masterplan," ujarnya.
