Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menetapkan status darurat bencana kebakaran hutan dan lahan selama 14 hari, sejak 28 Januari hingga 10 Februari 2026 seiring meluasnya kebakaran lahan di daerah tersebut yang telah mencapai 57,7 hektare.
“Penetapan ini sesuai Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 81 Tahun 2026 Tentang Penetapan Status Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Aceh Barat,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi dalam keterangan diterima Selasa.
Ia menyebutkan, penetapan status darurat bencana kebakaran lahan tersebut berdasarkan hasil kajian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, yang menyatakan bahwa telah terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan tersebar di tujuh kecamatan di Aceh Barat.
Ada pun kecamatan yang dilanda kebakaran hutan dan lahan meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Woyla, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kecamatan Bubon dan Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.
Dampak lain yang ditimbulkan dalam bencana kebakaran hutan dan lahan, kata Tarmizi, yaitu banyaknya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga aktivitas sekolah dasar di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat terpaksa diliburkan.
Baca juga: BPBD: 20 hektare kebun di Parigi Moutong terdampak karhutla
Selain itu, kata Tarmizi, karhutla juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor kehutanan dan pertanian, karena banyaknya lahan yang terbakar dan tanaman rusak.
“Dampak lain yang ditimbulkan bencana Karhutla, yaitu banyaknya kabut asap dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor kehutanan dan pertanian,” kata Tarmizi.
Dengan adanya penetapan status darurat bencana kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat, pemerintah daerah berharap upaya penanggulangan bencana kebakaran lahan di daerah setempat semakin lebih baik dan maksimal.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan hingga Selasa (3/2) luas kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah lokasi di daerah ini sudah semakin meluas mencapai 57,7 hektare.
Ada pun luas lahan yang saat ini sudah terbakar di Kabupaten Aceh Barat diantaranya di Kecamatan Johan Pahlawan, luas lahan terbakar meliputi Desa Suak Raya seluas 10,5 Ha, Desa Lapang (Dusun Ujong Beurasok) seluas 9,5 Ha, Desa Suak Nie seluas 10 Ha.
Baca juga: BNPB sebut Parigi Moutong dilanda kekeringan dan karhutla
Kemudian di Kecamatan Meureubo kebakaran terjadi di Desa Alue Peunyareng seluas 1 Ha, Desa Ujong Tanoh darat I seluas 0,5 Ha dan Desa Ujong Tanoh darat II seluas 0,5 Ha, serta Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 Ha.
Kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Bubon meliputi Desa Peulanteu seluas 6,2 Ha, Desa Blang Luah seluas 4 Ha, kemudian di Desa Aron Baroh Kecamatan Woyla seluas 0,5 Ha dan Desa Blang Cot Rubek, Kecamatan Woyla Barat seluas 1,5 Ha.
Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat seluas 11,5 Ha.
Baca juga: Kemenhut siapkan strategi terpadu hadapi potensi karhutla
Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan di Aceh Barat telah mencapai 57,7 Ha
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Aceh Barat tetapkan status darurat bencana kebakaran lahan
