Kandangan (ANTARA) - Wakil Bupati(Wabup) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Suriani, membuka kegiatan Pendampingan dan Evaluasi Pembangunan Daerah yang digelar di Aula Ramu, Sekretariat Daerah Kabupaten HSS, Selasa.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan daerah agar berjalan lebih efektif, terukur, dan selaras dengan target pembangunan yang telah ditetapkan yang turut dihadiri Tim Pakar TPPEPD HSS H Hamdi, Diny Mahdany, Wagimin dan Addi Perdana, asisten, kepala OPD, kabag dan camat.
"Terima kasih kepada Tim Pakar yang telah berkenan mendampingi pemerintah daerah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan," kata wabup dalam sambutan.
Menurut wabup, kehadiran Tim Pakar ini merupakan bagian penting dalam upaya untuk memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: DPRD HSS: Forum musrengbang susun perencanaan pembangunan partisipatif
Pembangunan daerah bukanlah pekerjaan yang sederhana, dan membutuhkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang objektif dan berkelanjutan.
Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk melihat sejauh mana capaian yang telah diraih, apa yang perlu diperbaiki, dan strategi apa yang harus diperkuat ke depan.
"Peran Tim Pakar sangat kami harapkan dalam membantu pemerintah daerah melakukan penguatan tata kelola pembangunan, peningkatan kualitas perencanaan, serta evaluasi kinerja yang berbasis pada hasil dan dampak," ujar wabup.
Tim Pakar memiliki tugas diantaranya membantu bupati dan wakil bupati memberikan pertimbangan dan saran dalam upaya pencapaian RPJMD.
Selain itu, juga memberikan pendampingan dan evaluasi kepada perangkat daerah dalam proses perencanaan dan proses penganggaran, serta mengevaluasi pelaksanaan pembangunan, yang hasilnya dilaporkan kepada bupati.
Baca juga: Wabup HSS tekankan perencanaan pembangunan daerah harus selaras program nasional
"Dalam pelaksanaan pembangunan, kita dituntut semakin adaptif terhadap perubahan dan tantangan. Dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sumber daya menuntut kita untuk bekerja lebih cermat, inovatif, dan kolaboratif," terangnya..
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah, pembangunan tidak bisa berjalan secara sektoral dan terpisah-pisah.
Setiap program harus saling mendukung, saling melengkapi, dan berorientasi pada tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat HSS.
"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ruang diskusi yang produktif, ruang evaluasi yang objektif, dan ruang pembelajaran bersama untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat," ajaknya.
