Rantau (ANTARA) - Alokasi Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 2026 mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya pemerintah desa diminta memperketat pengelolaan anggaran dan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapin Rahmadi mengatakan, pada 2025 setiap desa di Tapin menerima dana desa dengan kisaran Rp500 juta hingga lebih dari Rp1 miliar, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp93 miliar.
“Pada 2026, alokasi yang diterima desa hanya berkisar Rp200 juta sampai Rp300 juta per desa. Secara keseluruhan, Tapin kemungkinan hanya menerima sekitar Rp30 miliar dana desa,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Rahmadi menjelaskan, penurunan tersebut terjadi karena lebih dari 60 persen dana desa tidak disalurkan langsung ke desa, melainkan diintersep pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menambahkan, Program KMP dilaksanakan oleh Agrinas dan dikoordinasikan melalui Komando Distrik Militer (Kodim) di masing-masing daerah.
Dengan kondisi anggaran yang minim, ucap Rahmadi, pemerintah desa harus melakukan penghematan dan mengencangkan ikat pinggang dalam menyusun program pembangunan.
“Desa harus benar-benar memilih kegiatan yang sangat prioritas. Dampaknya tentu cukup besar terhadap pembangunan fisik di desa,” katanya.
Ia menyebutkan, selama ini dana desa banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tani dan fasilitas pendukung lainnya, dengan alokasi yang terbatas pembangunan fisik skala besar sulit untuk direalisasikan.
Menurut Rahmadi, dana desa 2026 diperkirakan hanya cukup untuk membiayai kebutuhan dasar dan program wajib, seperti layanan posyandu serta penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Kegiatan yang sifatnya pelayanan dasar dan bantuan sosial tetap harus jalan. Itu yang menjadi fokus utama desa dalam kondisi anggaran seperti sekarang,” ucap Rahmadi.
Dana desa Tapin 2026 turun desa diminta fokus program prioritas
Selasa, 20 Januari 2026 18:02 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin Rahmadi saat diwawancarai oleh ANTARA di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (20/01/2026). (ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya)
