Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, manfaatkan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriah sebagai ruang refleksi untuk memperkuat etos kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya soal disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, nilai-nilai Isra Mi’raj relevan dengan tantangan birokrasi saat ini, terutama dalam membangun budaya kerja yang taat aturan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Baca juga: Dinkes Tapin nyatakan 325 calon haji lolos pemeriksaan kesehatan
“Shalat sebagai inti peristiwa Isra Mi'raj menanamkan ketepatan waktu dan pengabdian yang konsisten, nilai yang harus tercermin dalam kinerja ASN,” kata Yamani di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Menurut Yamani, internalisasi nilai religius tidak berhenti pada aspek spiritual, tetapi harus diterjemahkan dalam praktik kerja sehari-hari, mulai dari kepatuhan jam kerja, integritas, hingga sinergi lintas perangkat daerah.
"Harmonisasi antarinstansi juga menjadi prasyarat penting agar program pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.
Karena itu, ucap Yamani, penguatan moral aparatur perlu dibarengi dengan komitmen kolektif meningkatkan kualitas layanan publik.
Baca juga: Tapin siapkan pilkades serentak pada 2026
Melaluai Isra Mi'raj, Yamani berharap dapat mendorong ASN menjadikan nilai-nilai religi sebagai landasan dalam menjalankan amanah, sehingga kinerja pemerintahan lebih akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
Pemkab Tapin manfaatkan Isra Mi'raj perkuat etos kerja ASN
Senin, 19 Januari 2026 14:03 WIB
Bupati Tapin H. Yamani menghadiri Isra Mi'raj di Aula Tamasa, di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin (19/01/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Tapin)
