Tanah Laut, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadikan Ramadhan Soccer Festival di Ruang Terbuka Hijau Hasan Basri sebagai panggung pembinaan atlet dan penjaringan bibit unggul sepak bola daerah.
Ajang yang diikuti 45 tim se-Tala tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi pembinaan berjenjang guna meningkatkan kualitas pemain lokal.
Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto di Pelaihari, Kabupaten Tala, Sabtu, mengatakan turnamen ini menjadi momentum membangun karakter sekaligus kemampuan teknis atlet muda.
“Makna Ramadhan adalah disiplin terhadap hawa nafsu. Disiplin ini juga harus kita terapkan dalam bermain,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Dia menekankan pentingnya sportivitas sebagai dasar pembinaan atlet.
“Junjung tinggi sportivitas, hargai kemenangan, dan hargai lawan. Nikmati permainan dengan menjunjung tinggi sikap saling mendukung,” katanya.
Menurut dia, Ramadhan Soccer Festival menjadi tahapan awal sebelum digelar kompetisi yang lebih besar usai Idul Fitri.
“Setelah Lebaran, kita akan gelar kompetisi besar, yaitu Bupati Cup, saya berharap dari ajang ini lahir bibit unggul yang bisa mewakili Tala hingga Porprov,” ujarnya.
Bukan itu saja, terangnya, turnamen tersebut mempertandingkan kategori usia 17 tahun ke atas dengan kuota dua pemain senior di lapangan, guna mendorong proses transfer pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan tim.
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta, Pemkab Tala menambah hadiah sebesar Rp1 juta untuk masing-masing kategori penghargaan.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp10 juta, dengan penghargaan top skor Rp1 juta serta pemain terbaik dan kiper terbaik masing-masing Rp500 ribu.
Selain meningkatkan daya saing, ucap Bupati Tala, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antartim dari berbagai kecamatan di Tala.
Melalui kompetisi yang dikemas sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Pemkab Tala menargetkan lahirnya atlet potensial yang mampu bersaing dan membawa nama daerah di tingkat provinsi.
