Jakarta (ANTARA) - Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah! Kalimantan Selatan (BK DPRD Kalsel) bermaksud meningkatkan kualitas penilaian dalam memberikan "BK Award" atau anugrah penghargaan kepada anggota legislatif provinsi setempat.
"Dalam upaya peningkatan kualitas penilaian anugrah BK Award tersebut, kami studi komparasi DPRD DKI Jakarta guna mempelajari sistem BK Award mereka," ujar Ketua BK DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bachri ketika dikombinasikan, Sabtu.
Wakil rakyat yang akrab dengan sapaan "Julak Rossi" (julak sebutan orang Banjar Kalsel kepada yang dituakan) itu, studi komparasi BK Award tersebut ke DKI Jakarta saat kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah, 27-28 Februari 2026.
Menerima rombongan wakil rakyat Kalsel tersebut, Anggota BK DPRD DKI Jakarta Elva Dari Qolbina, dan dalam pertemuan, Jum'at (27/2/2026) suasana dialogis dan penuh semangat berbagi pengalaman.
Dalam penyampaiannya,
Ketika itu Rosehan NB menegaskan, bahwa studi komparasi bertujuan memperkuat fungsi pengawasan etik serta menyempurnakan sistem penilaian BK Award agar lebih objektif, transparan, dan akuntabel.
”Kami ke DPRD DKI Jakarta ingin mempelajari BK Award karena banyak kegiatan yang dilakukan BK DKI Jakarta manfaatnya terutama merangkul anak anak sekolah," ujar mantan Wakil Gubernur Kalsel tersebut.
Selain itu, mengenalkan fungsi dan tugas DPRD serta manfaatnya bagi masyarakat termasuk penanganan hasil reses dan hasil sosialisasi serta kegiatan kegiatan lainnya ada yang mungkin terlupakan di Kalsel.
Baca juga: Banggar DPRD Kalsel perdalam soal pokir ke DPRD DKI Jakarta
Begitu juga di DPRD DKI Jakarta. gunakan absensi digital atau elektronik, jadi tidak manual lagi, sehingga kehadiran anggota dapat dilihat secara langsung siapa anggota yang hadir dan siapa anggota yang tidak sehingga anugrah BK Award dapat lebih objektif dan akuntabel ” jelas Rosehan.
"Penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga instrumen strategis dalam mendorong kedisiplinan, integritas, serta kepatuhan anggota dewan terhadap kode etik dan tata tertib," pungkas Rosehan NB.
Sementara itu, Elva dari Qolbina memaparkan sejumlah mekanisme dan indikator penilaian yang mereka terapkan dalam mendukung efektivitas peran BK.
Menurut dia, pentingnya sistem evaluasi yang terukur, termasuk aspek kehadiran, partisipasi dalam kegiatan dewan, serta kepatuhan terhadap norma etik lembaga.
Diskusi juga mencakup strategi membangun budaya kerja yang profesional serta upaya menjaga citra positif lembaga legislatif di mata publik. Kedua belah pihak sepakat bahwa penguatan peran BK merupakan langkah penting dalam menjaga marwah dan kehormatan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat.
Baca juga: Bahas TJSLP akan undang perusahaan dan forum CSR
Melalui studi komparasi tersebut, BK DPRD Kalsel berharap dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang relevan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan BK Award di daerah, sehingga ke depan penghargaan tersebut semakin berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja dan integritas anggota dewan.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026