Banjarbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Muhammad Fauzan Noor meminta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir dimaksimalkan, khususnya bagi yang bertahan di lokasi genangan.
"Kami minta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir dapat dimaksimalkan, terutama melalui layanan puskesmas, agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga," ujarnya di Kota Banjarbaru, Sabtu.
Menurut anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru tersebut, pihaknya sudah mengunjungi warga Kampung Iwak, Kelurahan Mentaos untuk melihat secara langsung konstituennya yang terdampak banjir, Selasa (6/1).
Baca juga: PKK Banjarbaru temui korban banjir di Kampung Iwak
Baca juga: Pemkot Banjarbaru imbau warga waspada listrik dan hewan liar saat banjir
Fauzan menuturkan, ketinggian air saat kunjungan ke Kampung Iwak yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar mencapai 40 sentimeter dan jumlah yang terdampak sekitar 20 kepala keluarga.
"Tingginya curah hujan yang melanda daerah tetangga menyebabkan airnya tertahan sehingga sebagian rumah terendam di bawah lutut. Diharapkan tidak kebanjiran lagi seperti tahun lalu air mencapai pinggang," ucapnya.
Dikatakan, informasi yang diterima mengenai kelompok tani (poktan) belum mengalami kerugian berarti akibat banjir, terutama pada sektor perikanan dan bibit-bibit ikan masih aman karena air tidak terlalu tinggi.
"Kita semua berharap banjir semakin surut sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan langganan banjir agar dapat menjalankan kesehariannya," ucap dia.
Baca juga: BPBD Banjarbaru catat 2.842 warga terdampak banjir
Fauzan sendiri dalam kunjungannya menyerahkan bantuan berupa paket makanan siap saji dan payung kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di daerah pemilihannya itu.
Sementara itu, hujan yang cukup lebat melanda pusat Kota Banjarbaru dan sekitarnya pada Sabtu malam yang dikhawatirkan menyebabkan banjir maupun genangan air terutama di daerah yang relatif rendah posisinya.
