Rantau (ANTARA) - Bupati Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, tekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sebagai faktor kunci pembentukan karakter dan motivasi belajar sejak usia dini.
Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, saat mengambil rapor anak ayah merupakan bentuk tanggung jawab orang tua, bukan sekadar simbol dukungan program.
Baca juga: DPRD Kalsel Kunker terkait pendidikan dan kesehatan ke DKI dan Jatim
“Kehadiran ayah di sekolah memberi dampak psikologis yang besar bagi anak. Anak merasa diperhatikan, dihargai, dan lebih termotivasi untuk belajar,” ujar Yamani di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Ia menyebutkan peran pendidikan selama ini masih sering dibebankan pada ibu dan sekolah, padahal keterlibatan ayah berpengaruh langsung terhadap perkembangan mental, kepercayaan diri, dan kedisiplinan anak.
Menurut Yamani, momen pengambilan rapor menjadi ruang komunikasi penting antara orang tua dan sekolah untuk memahami capaian akademik serta perilaku anak secara menyeluruh.
“Ini bukan soal siapa yang datang, tapi tentang kepedulian. Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga,” katanya.
Yamani berharap, keterlibatan ayah dalam kegiatan sekolah dapat menjadi budaya di tengah masyarakat Tapin, seiring dengan upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak.
Baca juga: ULM tambah guru besar bidang pendidikan perkuat keunggulan FKIP
"Dengan kehadiran ayah ini sejalan dengan upaya mendorong partisipasi aktif keluarga dalam dunia pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang daerah," ucapnya menambahkan.
