"Selama ini masyarakat di Pegunungan Meratus telah menjaga kelestarian sumber air yang digunakan perusahaan," kata Tokoh Masyarakat Meratus Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) Kosim di Barabai, Kamis.
Baca juga: DPRD Kotabaru dan LSM RDP bahas penggunaan dana kompensasi
Saat ini HST memiliki tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu Batang Alai, Barabai, dan Haruyan yang menjadi tumpuan pasokan air bagi PDAM.
Namun, masyarakat di wilayah hulu mengaku belum pernah merasakan manfaat langsung dari keuntungan perusahaan berupa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Yang kami inginkan, hasil penjualan air PDAM itu ada kompensasi untuk daerah penyangga air. Kami di gunung hanya bisa menjaga. Ada penebangan liar, kami disalahkan. Tapi saat air dimanfaatkan PDAM, kami tidak dapat apa-apa,” ujarnya.
Kosim menegaskan bahwa warga tidak meminta bantuan berlebihan, namun yang dibutuhkan hanyalah upaya penghijauan nyata sebagai bentuk timbal balik terhadap masyarakat penjaga mata air.
“Kami hanya minta dihijaukan ulang. Misal tiga kecamatan ini tiap tahun 10 hektare saja. Berarti 30 hektar setahun. Sepuluh tahun sudah 300 hektar. Itu bertahap, bukan minta langsung. Tapi sampai sekarang belum ada itikad PDAM untuk itu,” tegasnya.
Kosim menyebut bahwa keberlanjutan pasokan air tidak mungkin tercapai tanpa peran masyarakat hulu yang menjaga Meratus dari kerusakan, untuk itu penghijauan juga penting untuk mencegah longsor serta menjaga stabilitas debit air.
“PDAM hanya menikmati hasil. Kami yang menjaga di atas cuma minta dihijaukan ulang saja. Itu penting untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan sumber air, sekaligus mengurangi risiko longsor dan kerusakan lingkungan lainnya,” harapnya.
Baca juga: H. Rusli upayakan Desa Mekarpura Pulau Laut terima kompensasi tambang
Aspirasi warga ini sekaligus menjadi peringatan bahwa keberlangsungan sumber air di HST tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat adat dan warga di kawasan Meratus.
Warga juga berharap PDAM dan pemerintah daerah segera menjawab harapan tersebut melalui langkah konkret demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Plt Direktur PT AMML Drajat Tri Widyanto menyambut baik tokoh masyarakat dan rombongan dari Batang Alai Timur yang menyampaikan aspirasi ke kantornya.
Ia mengatakan, telah menerima beragam masukan dari rombongan tersebut dan akan mempelajarinya terlebih dahulu dengan menyesuaikan ketentuan hukum yang berlaku.
