Tabalong Kalsel (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi pertanian secara umum, Firman Yusi mengharapkan, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lmenjadi "jembatan emas" antara lahan petani provinsi setempat.
"Kehadiran SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harusnya bisa menjadi jembatan emas antara lahan petani kalsel dengan piring bergizi anak sekolah," tegas Firman Yusi ketika dikonfirmasi, Ahad.
Baca juga: Anggota DPR nilai inovasi SPPG Polda Kalsel patut dicontoh
Menurut Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan itu, penyelenggaraan MBG selain dapat mengukur keberhasilannya dari peningkatan gizi anak bangsa, juga seberapa besar pengaruhnya kepada peningkatan kesejahteraan petani lokal.
"Jadi juga perlu pemikiran atau upaya bagaimana cara kehadiran SPPG dalam konteks MBG mendatangkan nilai tambah bagi petani setempat," ujar alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut.
Pasalnya, lanjut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu, SPPG - MBG merupakan proyek pemerintah berkelanjutan dalam upaya menyiapkan generasi handal menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.
"Kita harapkan dengan kehadiran SPPG - MBG petani Kalsel juga dapat menikmati program pemerintah tersebut, tidak cuma dinikmati kalangan tertentu,";demikian Firman Yusi.
Baca juga: SPPG Angsau Dua Polres Tala cek berlapis jaga keamanan MBG
Sebagaimana diketahu, bahwa SPPG unit operasional program pemerintah MBG yang berfungsi sebagai dapur umum untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi seimbang bagi siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendukung peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
