Tabalong Kalsel (ANTARA) - Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi ekonomi kreatif, Firman Yusi, mengharapkan pelatihan dasar fasilitator outbond (mancakrida) dapat memberi nilai tambah.
"Alhamdulillah, aku bisa membuka pelantikan dasar fasilitator outbond bagi pengelola tempat wisata di Tabalong atau kabupaten paling utara Kalsel yang berbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) tempat Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujar Firman Yusi ketika dikonfirmasi, Sabtu.
Firman Yusi, yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu, menerangkan pelatihan dasar fasilitator outbond tersebut merupakan program pokok pikiran (pokir)- nya sebagai Anggota Komisi II.
Baca juga: Reses Firman Yusi serap aspirasi anak muda Tabalong
Baca juga: Firman Yusi dorong budidaya "haruan" di Tabalong Kalsel
Anggota DPRD Kalsel dua periode itu berharap, pelatihan mancakrida tersebut bermanfaat dan dapat memberi nilai tambah bagi pengelola tempat wisata di "Bumi Saraba Kawa" Tabalong.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Danau Walet, Desa Taratau dan Muang (sekitar 250 km utara Banjarmasin), Kecamatan Jaro.
Menurut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu, bagi pengelolaan objek wisata maka outbond berpotensi meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat setempat khususnya. Mancakrida merupakan pelatihan yang memanfaatkan alam terbuka untuk mengembangkan karakter dan kerja sama tim melalui berbagai permainan dan tantangan.
Sementara Bumi Saraba Kawa Tabalong memiliki objek wisata potensial, baik untuk pendapatan asli daerah maupun desa dan warga masyarakat setempat.
"Hanya saja objek wisata tersebut perlu pengelolaan secara baik dan benar sehingga memberi daya tarik wisatawan lokal atau domestik maupun lainnya," demikian Firman Yusi.

