Rantau (ANTARA) - Goa Batu Hapu di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyuguhkan keindahan alam berpadu fenomena cahaya alami yang menjadi daya tarik wisatawan.

Kepala Desa Batu Hapu Mardiono mengatakan akses menuju objek wisata tersebut kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

Baca juga: Goa Lowo jadi objek wisata primadona warga Kalimantan

“Akses jalan sekarang sudah mendingan, sebagian besar sudah beraspal dan hanya sedikit yang rusak,” ujarnya saat ditemui di kantor Desa Batu Hapu di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Menurut Mardiono, peningkatan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan dukungan pemerintah daerah dan provinsi.

“Tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan membantu pembangunan empat unit gazebo di kawasan wisata,” tambahnya.

Mardiono menyebutkan, keberadaan Gua Batu Hapu turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sejumlah pelaku usaha mikro mulai berkembang dengan menjajakan produk lokal seperti keripik pisang, talas, dan singkong di sekitar area wisata.

“Dengan makin banyaknya kunjungan wisatawan, masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya,” kata Mardiono

Tampak depan Gua Batu Hapu di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya)


Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Batu Hapu Pardiana menjelaskan, keunikan utama gua terletak pada lubang besar di bagian tengah yang memungkinkan sinar matahari menembus dan memantul di dinding batu.

“Fenomena cahaya itu hanya berlangsung sekitar satu jam, biasanya sekitar tengah hari. Banyak pengunjung datang pada waktu tersebut untuk menikmati keindahan pantulannya,” katanya.

Selain fenomena cahaya alami, ucap Pardiana, pengunjung juga dapat menikmati udara sejuk khas pegunungan dan jalur pendakian menuju puncak Batu Hapu yang menyuguhkan panorama alam dari ketinggian.

Pardiana menambahkan, Pokdarwis bersama pemerintah desa terus melakukan pembenahan kawasan wisata di area depan gua kini ditata menjadi taman dan tempat duduk, serta direncanakan pengembangan wisata gua air dan gua kelelawar.

Baca juga: Disbudporapar kenalkan situs cagar budaya di Tanah Bumbu ke pelajar

“Kami berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk peningkatan fasilitas dan perbaikan akses jalan agar wisata ini semakin berkembang,” ujar Pardiana.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026