Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby menebar benih ikan di kolam retensi Guntung Jingah di sisi Sungai Kemuning yang diharapkan berkembangbiak hingga membentuk ekosistem kolam itu.
"Kami melakukan penebaran benih ikan jenis papuyu atau betok dan ikan nila yang jumlahnya ribuan ekor. Semoga ikan tumbuh besar dan menjadi ekosistem kolam itu" ujarya di Banjarbaru, Ahad.
Menurut Lisa, penyebaran benih ikan dilakukan bersama Kapolres AKBP Pius X Febry Aceng Loda, Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya dan Ketua Komisi III DPRD M Syahrial.
Baca juga: Wali Kota Lisa: Kolam retensi Guntung Jingah wujud komitmen antisipasi banjir
Lisa menjelaskan, benih ikan yang ditebar diharapkan berkembang biak sehingga menjadi satu ekosistem dalam kolam yang berfungsi sebagai pengendali banjir akibat luapan Sungai Kemuning saat hujan besar.
"Harapan kita semua, kolam retensi berfungsi dengan baik sekaligus menjadi sarana rekreasi masyarakat termasuk dengan keberadaan ikan yang dapat dipancing apabila sudah besar-besar," ucapnya.
Dikatakan Lisa, pembangunan kolam merupakan wujud komitmen dalam mengantisipasi banjir yang sering terjadi di Jalan Sukarelawan akibat Sungai Kemuning meluap karena tidak mampu menampung air hujan.
Disebutkan, kolam retensi dibangun menggunakan dana APBD murni tahun 2025 sebesar Rp2,6 miliar memiliki luas genangan 2.161 meter kubik dan volume tampungan air mencapai 5.813 meter kubik.
Baca juga: DPRD Banjarbaru dukung Pemkot bangun kolam retensi antisipasi banjir
"Fungsi kolam retensi menampung air luapan Sungai Kemuning dan menerima aliran dari tiga saluran drainase yakni Jalan Sukarelawan, Karang Anyar, Al Manar, dan Jalan Pondok Sejahtera," tuturnya.
Dikatakan, area kolam dibangun menggunakan teknologi biotek, kerikil, dan beton poros sehingga memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah dan juga mengurangi limpasan permukaan.
"Area sekeliling kolam memiliki jogging track sepanjang 148 meter sehingga selain sebagai pengendali banjir, juga dapat digunakan untuk rekreasi. Tolong jaga dan rawat agar terus bermanfaat," pesan Lisa.
Kepala Dinas PUPR Banjarbaru Eka Yuliesda mengatakan, area kolam dilengkapi satu bangunan outlet yang terdiri atas dua jenis pintu, yakni pintu penguras dan pintu flap untuk melepaskan air ke Sungai Kemuning.
"Fungsinya sebagai pengendali banjir dan membantu mereduksi luapan air Sungai Kemuning maupun saluran drainase yang dibuka saat kondisi air tinggi dan dilepaskan saat air sungai sudah mulai normal," katanya.
