Tanjung (ANTARA) - PT Saptaindra Sejati (SIS) bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri melaksanakan Festival Literasi 2025 sebagai ajang membangun kebiasaan membaca baik di kalangan anak maupun pengajar di wilayah operasional perusahaan.
Chief Operation SIS Jobsite ADMO, Agus Harsanto mengatakan kegiatan ini sekaligus memancing atau merangsang pihak lain untuk berkontribusi di bidang pendidikan, khususnya membangun literasi sebagai modal untuk mewujudkan kecerdasan.
"Kecerdasan diawali dari kebiasaan membaca dan mereka yang punya mimpi serta motivasi adalah orang yang suka membaca," jelas Agus di Tabalong, Minggu.
Festival ini sendiri merupakan bagian dari program SIS Nyalakan Literasi di wilayah operasional perusahaan, yaitu Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. SIS bekerjasama dengan Yayasan Cahaya Astra Literasi.
Baca juga: PT SIS-YABN cetak generasi literat dan berkarakter lewat lokakarya Literasi PAUD
Dengan kolaborasi multipihak, terutama keterlibatan aktif para guru, program SIS Nyalakan Literasi menjadi pondasi penting dalam mewujudkan anak-anak Indonesia yang tumbuh cerdas, berkarakter dan menciptakan pribadi mandiri sebagai generasi penerus bangsa.
Di depan peserta festival mencakup siswa PAUD, TK hingga tenaga pendidik, Agus menegaskan literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi dari berbagai sumber.
Literasi dapat meningkatkan wawasan, mengembangkan keterampilan, pemahaman serta penguasaan individu dalam berpikir kritis, cakap berkomunikasi, berkompeten dalam memecahkan masalah dan mampu menggunakan informasi secara efektif.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.902 siswa dan 254 guru tingkat PAUD dan SD menjadi sasaran Festival Literasi SIS 2025 yang secara bertahap menerima majalah CIA. Selain itu 55 guru TK dan 36 guru SD akan mendapatkan pelatihan literasi.
Baca juga: Guru SD ikuti lokakarya literasi membangun karakter anak
Ketua YABN Zuraida Murdia Hamdie mengatakan literasi bisa diekspresikan dengan banyak cara, salah satunya berupa tarian budaya yang disuguhkan siswa SD Negeri Warukin Kabupaten Tabalong saat pembukaan Festival Literasi 2025 di Pendopo Bersinar Pembataan.
"Budaya literasi harus dibiasakan sejak kecil karena banyak memberi manfaat dan bukan sesuatu yang sia-sia," jelas Zuraida.
Zuraida sendiri mengaku sejak kecil sudah terbiasa membaca buku karena kedua orangtuanya juga gemar membaca koran hingga majalah.
Dari budaya membaca itu banyak pengalaman berharga yang bisa dicapainya hingga mewujudkan obsesinya kuliah S2 ke luar negeri (Australia) yang sangat diidamkannya sejak duduk di sekolah dasar.
Festival Literasi SIS 2025 ini pun mendapat apresiasi dari Plt Kadisdik Tabalong H Hasbi karena selaras dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong yakni mewujudkan Kabupaten Tabalong yang Smart.
"Para guru harus memanfaatkan kegiatan ini sehingga dapat mengajarkan kepada anak didiknya untuk lebih mengenal literasi bukan sekadar baca tulis namun mencakup seni, budaya dan kecerdasan," jelas Hasbi.
Baca juga: Puluhan mahasiswa Poliban raih beasiswa hingga lulus kuliah
