Kotabaru (ANTARA) - Wakil ketua DPRD Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan(Kal-Sel) Awaludin siap mendukung Desa Bumi Asih sebagai bagian penyangga pangan di Bumi Saijaan.
Hal itu di sampaikan oleh wakil ketua satu DPRD saat melakukan panen raya di Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan.
Baca juga: Petani padi di Kelumpang Selatan kesulitan panen akibat kekurangan combine
"Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program pertanian di Kotabaru," kata Awaludin di Kotabaru, Selasa.
Awaludin menyampaikan, pihaknya (DPRD) selalu berkomitmen untuk mendorong program swasembada pangan yang di gulirkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru.
"Insya Allah, pada mendatang kami akan kawal melalui APBD 2026 untuk fasilitas pendukung pertanian yang di usulkan oleh kelompok tani Harapan Bersama," katanya.
Ia menambahkan, fasilitas penunjang pertanian yang di butuhkan masyarakat berupa pembangunan jalan usaha tani dan bendungan akan diupayakan pada anggaran pendapatan belanja daerah pada tahun mendatang untuk menambah fasilitas penunjang pertanian di wilayah Bumi Asih.
"Semua ini adalah untuk kemajuan pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi guna mendukung cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk swasembada pangan terutama di Kabupaten Kotabaru," terangnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada kelompok tani Harapan Bersama yang mampu melaksanakan panen padi sawah.
"Kami menyampaikan rasa terimakasih dan bangga atas kerja keras para petani yang terus berupaya meningkatkan produktivitas pangan," tuturnya.
Ia berharap dengan makin banyak nya cetak lahan sawah di beberapa daerah mampu mendukung program pemerintah dalam bidang swasembada pangan di Kotabaru.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru, Sarawani, menyampaikan bahwa panen padi sawah di Desa Bumi Asih seluas 25 hektar merupakan dukungan semua pihak
"Dukungan bagi petani tidak hanya bersumber dari APBD kabupaten, namun kegiatan pertanian di beberapa wilayah melalui pengajuan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dan dinas terkait," kata Sarawani.
Ia juga menegaskan akan melakukan usulkan ke Provinsi dan Kementerian terkait sebagai upaya pemenuhan fasilitas penunjang dan peningkatan hasil pertanian.
"Alhamdulillah panen padi sawah kali ini mampu menghasilkan produktisifitas 10,5 ton/Ha gabah kering," katanya.
Baca juga: Lebaran - Warga Bumi Asih lestarikan tradisi "Slametan" sambut 1 Syawal
Ia menambahkan panen padi sawah yang di tanam oleh kelompok tani Harapan Bersama menggunakan bibit padi jenis padi Hibrida Supadi 56 dengan umur pemeliharaan 110 hari dan harga jual gabah kering panen 6.500 / kg.
Sarawani berharap panen yang dilakukan di beberapa wilayah di Kotabaru dapat mendukung program cita-cita Presiden RI Prabowo untuk menuju swasembada pangan.
