Banjarmasin (ANTARA) - Ulama asal Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar’ie mengingatkan kaum Muslim untuk meneladani Rasulullah Muhammad Saw pada kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Tuan Guru Madyan saat menyampaikan tausiyah di Masjid Assa’adah Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Rabu malam.
Baca juga: Ustadz Lutfi ingatkan kaum Muslim beribadah tanpa menserikatkan Allah SWT
Mengawali tausiyah, mantan Ketua Persatuan Qari dan Qariah DKI Jakarta itu membacakan Surah Al Ahzab ayat 21 yang mengandung makna bahwa Rasulullah adalah suri teladan yang baik bagi umat yang berharap rahmat Allah SWT, hari kiamat, serta yang banyak mengingat Sang Pencipta.
“Surah Al Ahzab ayat 21 menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah Saw. Karena kasih sayang Allah itulah, beliau terjaga dari hal-hal yang tidak terpuji maupun ancaman kejahatan,” ujar Tuan Guru Madyan.
Ulama yang juga keponakan dari mantan Wakil Perdana Menteri era Presiden Soekarno, Almarhum KH Idham Chalid itu menambahkan umat yang mendapatkan kasih sayang Allah SWT juga akan terjaga dalam kehidupan.
Baca juga: Nabi Muhammad SAW sebagai penerang umat dari kegelapan
Tuan Guru Madyan mencontohkan beberapa teladan Rasulullah Saw, antara lain tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah serta selalu merasakan keprihatinan umatnya meski memiliki kesempatan untuk hidup dalam kemewahan seperti raja pada zamannya.
“Hal itu sebagaimana tergambar dalam Al Quran Surah At Taubah ayat 128-129,” katanya.
Sebelum menutup tausiyah, Tuan Guru Madyan yang lama menimba ilmu di Mekkah dan Madinah itu mengajak jamaah untuk memperbanyak bershalawat, terlebih pada bulan Rabi’ul Awal 1447 Hijriah yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw.
"Bagi yang berkemampuan, bisa berziarah ke makam Rasulullah Saw di Madinah, namun bagi yang tidak berkemampuan, cukup memperbanyak bershalawat, terutama di bulan Rabi’ul Awal ini,” ujarnya.
Baca juga: Syafaat Rasulullah, bukti cinta Nabi kepada umatnya
