Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin itu menyampaikan manusia tidak akan pernah luput dari dosa yang disengaja maupun tidak disadari.
Baca juga: Ulama Kalsel sebut kedudukan bersyukur sangat tinggi dalam Al-Quran
“Mungkin setiap waktu kita ada dosa, terutama dosa-dosa yang tak sengaja atau tiada diketahui,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Ketua Tanfiziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Banjarmasin tersebut, seorang Muslim sebaiknya istiqomah memperbarui taubat agar senantiasa berada dalam ampunan Allah SWT.
“Taubat merupakan pondasi untuk meningkatkan derajat, terlebih lagi dalam kaitannya dengan kematian,” tegasnya.
Dalam khutbahnya, Habib Ali Khaidir mengutip Hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad senantiasa beristighfar dan bertaubat, meskipun beliau terbebas dari dosa.
Baca juga: Tuan Guru Abdussamad ungkap sebab doa tak dikabulkan Allah SWT
“Padahal dosa apa yang Rasulullah perbuat atau dengan kata lain Baginda Rasul sudah terbebas dari dosa,” tuturnya.
Menurut dia, taubat memiliki hubungan erat dengan ketakwaan.
“Karenanya pula orang yang betul-betul taqwa juga selalu bertaubat,” katanya.
Namun ia mengingatkan bahwa taubat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa mengulangi perbuatan dosa (taubatan nashuhaa).
Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin kali ini tidak dihadiri pejabat tinggi Pemerintah Provinsi Kalsel pada saf pertama, namun hanya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin yang juga Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Baca juga: Khatib Ghazali ingatkan peran ayah dalam keluarga

